Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

DPK Kaltim Sosialisasi Standar Nasional Perpustakaan dan Akreditasi bagi SMP dan MTs Guna Meningkatkan Fasilitas, Kualitas Lebih Baik

Iklan • Rabu, 19 November 2025 | 19:37 WIB
PENGUATAN: Susana para peserta dalam mengikuti sosialisasi standar nasional perpustakaan (SNP) dan akreditasi perpustakaan bagi perpustakaan SMP/MTs 2025.
PENGUATAN: Susana para peserta dalam mengikuti sosialisasi standar nasional perpustakaan (SNP) dan akreditasi perpustakaan bagi perpustakaan SMP/MTs 2025.

KALTIMPOST.ID, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di seluruh wilayah Kaltim.

Kegiatan difokuskan kepada SMP dan MTs untuk wilayah Samarinda dan sekitarnya.

Kegiatan itu dilaksanakan selama sehari di Aula Oemar Dachlan Lantai 1 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu (19/11).

Sosialisasi tersebut dihadiri Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Hana Iriana, Pustakawan Ahli Muda Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim Pandu Perdana Adhi Putra, Pustakawan Ahli Madya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Marthen Rumana, Pustakawan Ahli Muda Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim Rusmawati, pengelola Database Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim Pinehas Sagala.

Hadir pula pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, kepala perpustakaan, dan pengelola teknis perpustakaan sekolah menengah pertama (SMP/sederajat) selaku peserta sosialisasi.

Anita Natalia Krisnawati selaku Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim membuka acara sosialisasi.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan, perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat menuntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi, termasuk dalam pengelolaan perpustakaan.

“Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Untuk memastikan perpustakaan kita tetap relevan dan berkualitas, pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Akreditasi menjadi instrumen penting yang tidak bisa diabaikan,” ungkapnya.

Tujuan utama sosialisasi adalah memastikan setiap perpustakaan di Kaltim memahami dan mampu mengimplementasikan sembilan komponen utama SNP.

Dengan terpenuhinya SNP, pihaknya berharap kualitas layanan perpustakaan, baik segi koleksi, sarana prasarana, tenaga perpustakaan, maupun manajemen, akan meningkat secara signifikan.

“Tahun depan akreditasi perpustakaan sudah menggunakan regulasi terbaru. Untuk mempercepat peningkatan jumlah perpustakaan terakreditasi di Samarinda, peserta yang terdiri dari kepala sekolah, kepala perpustakaan, dan tenaga pengelola dibekali pemahaman tentang regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan perpustakaan sesuai SNP Sekolah/Madrasah," sebutnya.

Mulai Undang-Undang No 43/2007 tentang Perpustakaan; Peraturan Pemerintah No 24/2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43/2007 tentang Perpustakaan.; Peraturan Perpusnas RI No 4/2024 tentang Standar Nasional Perpustakaan Sekolah/Madrasah; dan Keputusan Kepala Perpusnas RI No 158/2025 tentang Instrumen Akreditasi Perpustakaan SMP/MTs.

Akreditasi berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kelayakan dan mutu perpustakaan berdasarkan standar nasional yang telah ditetapkan.

Melalui akreditasi, dapat mengetahui sejauh mana kinerja perpustakaan, mulai aspek koleksi, saran prasarana, layanan, tenaga, hingga pengelolaan, oleh karena itu, kegiatan SNP dan akreditasi perpustakaan bagi perpustakaan SMP/MTs 2025 memiliki arti yang sangat penting.

“Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen penuh untuk mendukung upaya peningkatan mutu perpustakaan. Kami juga akan terus mendorong dan memfasilitasi setiap perpustakaan di wilayah kami untuk meraih akreditasi yang membanggakan. Keberhasilan akreditasi adalah cerminan dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Anita.

DPK Kaltim berkomitmen memberikan pendampingan intensif (coaching clinic) kepada perpustakaan yang sedang mempersiapkan diri menghadapi akreditasi.

Kegiatan itu diharapkan memicu semangat para pengelola perpustakaan untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan perkembangan informasi digital.

“Mari jadikan momentum itu sebagai langkah strategis untuk mewujudkan perpustakaan yang lebih unggul dan berdaya saing,” imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari itu menghadirkan sejumlah narasumber ahli di bidang perpustakaan.

Suyanah, guru atau kepala Perpustakaan SMPN 5 Samarinda izin yang dikenal karena kontribusinya dalam mengembangkan perpustakaan di SMP 5 Samarinda, berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pengelolaan perpustakaan yang efektif.

"Perpustakaan yang memenuhi standar nasional adalah investasi penting bagi pendidikan. Dengan fasilitas dan layanan yang baik, perpustakaan dapat menjadi pusat pembelajaran yang menarik bagi siswa," ujar Suyanah.

Selain berbagi pengalaman, Suyanah juga aktif dalam sesi diskusi dan memberikan masukan kepada para peserta sosialisasi.

Kehadirannya diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para pengelola perpustakaan SMP/MTs untuk terus meningkatkan kualitas perpustakaan di sekolah masing-masing.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi itu, diharapkan seluruh perpustakaan SMP/MTs di Samarinda dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi akreditasi perpustakaan 2026 dan tahun-tahun ke depan.

Sosialisasi itu dihadiri 60 peserta dari 30 sekolah baik dari SMP/MTs se-Samarinda dengan perwakilan setiap sekolah menugaskan dua perwakilan.

Editor : Hernawati
#sekolah #perpustakaan #DPK Kaltim