Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Membangun Kualitas Hidup di Desa Rawan Bencana: Badan Eksekutif Mahasiswa FKG & FT Universitas Mulawarman Kolaborasikan Teknologi dan Kesehatan

Iklan • Kamis, 20 November 2025 | 11:15 WIB

Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak Pengabdian kepada Masyarakat oleh BEM FKG dan BEM FT Universitas Mulawarman di Desa Keresik Bura.
Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak Pengabdian kepada Masyarakat oleh BEM FKG dan BEM FT Universitas Mulawarman di Desa Keresik Bura.
KALTIMPOST.ID, PASER, KALIMANTAN TIMUR-Implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk kesehatan masyarakat diwujudkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), melalui kolaborasi BEM Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan BEM Fakultas Teknik (FT) Universitas Mulawarman.

Kegiatan dimaksud diawali dengan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Teknologi Pengolahan Air Hujan Menjadi Air Bersih untuk Kesehatan Gigi dan Mulut di Desa Keresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2025 melalui Skema Program Mahasiswa Berdampak, di mana pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat walaupun kegiatan ini telah selesai.

Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak dengan topik Teknologi Pengolahan Air Hujan Menjadi Air Bersih untuk Kesehatan Gigi dan Mulut di Desa Keresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2025 oleh tim dosen penerima hibah DPPM Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek RI Tahun 2025 dengan Ketua Dr. drg. Sinar Yani, M.Kes., dan anggota Dr. dr. Ika Fikriah, M.Kes., serta Dr. Ir. Mardewi Jamal, M.T.

Hal ini bertujuan agar mitra sasaran memahami maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk selanjutnya bersama-sama membangun teknologi dan inovasi pemanen/pengolah air hujan dengan menggunakan Gama Filter yang dapat menyaring air hujan sehingga menjadi air bersih yang layak pakai untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya untuk pemeliharaan gigi dan mulut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Keresik Bura di antaranya Kepala Desa beserta jajarannya, kelompok mitra ke-1 yaitu Direktur BUMDESA Payo Klato beserta anggotanya, dan kelompok mitra ke-2 yaitu Ketua KPSPAM Tirta Mutiara dan anggotanya, total berjumlah 83 orang.

Desa Keresik Bura, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, dipilih sebagai mitra sasaran pengabdian ini dikarenakan masuk dalam daerah prioritas nasional untuk dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat.

Di mana desa tersebut mempunyai permasalahan kebutuhan air bersih dan rawan bencana banjir serta tanah longsor tatkala hujan turun.

Selain itu, pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut kurang dipahami oleh masyarakat desa tersebut.

Harapannya setelah adanya sosialisasi ini masyarakat mitra memahami betapa pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menggunakan air bersih sebagai modal kesehatan pada umumnya dan memanfaatkan air hujan. (*)

Editor : Almasrifah
#Pengolahan Air Hujan #Universitas Mulawarman #Fakultas Teknik #bem #fakultas kedokteran gigi #badan eksekutif mahasiswa #desa rawan bencana