KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Puskesmas Baru Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Melalui ajang Jambore Puskesmas Nasional (JAMPUSNAS) II yang digelar oleh Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) pada 30 Oktober–2 November 2025 di Yogyakarta, dua inovasi dari UPTD Puskesmas Baru Tengah berhasil meraih penghargaan prestisius.
Penghargaan khusus Best Co-Creation sekaligus predikat Paripurna diraih oleh dr. Agustinus Wendhi Widata dengan inovasi bertajuk KLASIK (Kelas Bebas Adiksi Rokok dan Narkoba).
Inovasi ini dinilai memiliki pendekatan kolaboratif yang kuat serta potensi besar dalam mencegah adiksi rokok dan narkoba terutama di kalangan remaja.
Tak hanya itu, Kepala UPTD Puskesmas Baru Tengah, drg Rulida Osma Marisya, MARS juga turut meraih juara dua Karya Tulis Ilmiah Terbaik kategori Review melalui karya berjudul “Kesehatan Gigi dan Mulut sebagai Determinan Tersembunyi Stunting Anak Usia Dini.”
Kepala UPTD Puskesmas Baru Tengah drg Rulida Osma Marisya, MARS menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar prestasi, tetapi menjadi pemicu untuk memperkuat implementasi program di lapangan melalui komitmen bersama lintas instansi.
“Untuk inovasi KLASIK, langkah lanjutan mencakup perluasan kelas edukasi bebas adiksi di sekolah, komunitas, dan kelompok remaja. Puskesmas akan memperkuat kerja sama dengan Dinas Pendidikan, kelurahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, serta instansi swasta untuk memastikan edukasi pencegahan adiksi dapat menjangkau lebih banyak sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut akan diwujudkan melalui pertemuan rutin lintas sektor, monitoring bersama, serta pengembangan materi edukasi yang lebih interaktif dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain inovasi KLASIK, drg Rulida juga menegaskan bahwa hasil karya ilmiahnya akan diterapkan melalui integrasi edukasi kesehatan gigi ke seluruh program pencegahan stunting.
Puskesmas akan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, kader posyandu, bidan wilayah, dan sekolah PAUD/TK untuk meningkatkan deteksi dini masalah gigi anak serta memperkuat mekanisme rujukan layanan. Penyusunan SOP dan panduan teknis internal juga akan dilakukan agar aspek kesehatan gigi tersusun secara sistematis dalam layanan gizi, KIA, dan pemantauan tumbuh kembang di posyandu.
Menurut Rulida, komitmen kolaboratif ini penting agar inovasi dan temuan ilmiah tidak berhenti sebagai penghargaan saja, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan di Puskesmas Baru Tengah maupun daerah lain untuk terus berinovasi.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas. Inovasi dan kajian ilmiah yang telah diakui secara nasional dapat direplikasi, diperluas, dan memberikan dampak nyata dalam perbaikan perilaku kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani