BATU AMPAR – UPTD Puskesmas Batu Ampar makin masif dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar Kegiatan Emotion Demonstration (Emo Demo) Jadwal Makan Bayi dan Anak di Posyandu Nusa Indah 05.
Kepala UPTD Puskesmas Batu Ampar, drg Nurlin Handaruni menjelaskan Emo Demo merupakan metode edukasi interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku masyarakat di posyandu.
“Sasarannya adalah ibu hamil, ibu nifas, serta ibu bayi dan balita. Tujuannya adalah menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif, sehingga lebih mudah diingat dan dilakukan,” ujar Nurlin.
Berbeda dengan lainnya, Emo Demo memanfaatkan permainan dan demonstrasi yang secara sengaja dilakukan untuk menggugah emosi peserta, baik itu dengan cara yang menyenangkan maupun yang menyentuh hati.
Kegiatan Emo Demo kali ini berfokus pada pemahaman jadwal makan bayi dan anak. Salah satu perilaku yang ingin diubah adalah kebiasaan memberikan camilan sembarangan kepada anak, terutama satu jam menjelang waktu makan utama.
“Yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terjadinya perubahan perilaku atau pola asuh, agar ibu tidak memberikan camilan pada anak 1 jam menjelang waktu makan. Sebab, anak akan kenyang lebih dulu dan menolak makan makanan utama yang lebih bergizi,” jelas Nurlin.
Setiap pelaksanaan Emo Demo selalu diawali dengan yel-yel "Rumpi Sehat," di mana seluruh peserta memperagakan dan menyanyikan yel-yel tersebut sebelum permainan dimulai. Dalam Emo Demo jadwal makan bayi dan anak, peserta dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Kelompok Bayi berusia 5 bulan, Anak berusia 1 tahun dan Kelompok Anak berusia 2 tahun.
Selain jadwal makan, terdapat juga beberapa tema permainan Emo Demo lainnya, seperti “ASI Saja Cukup”, “ATIKA Sumber Zat Besi”, “Camilan Sembarangan”, hingga “Cuci Tangan”.
Baca Juga: Puskesmas Karang Rejo Sambut HKN Ke-61 dengan Perkuat Layanan dan Edukasi Kesehatan
"Dengan pendekatan yang humanis, interaktif, dan menyentuh emosi, UPTD Puskesmas Batu Ampar berharap pesan-pesan kesehatan tidak hanya sampai, tetapi juga benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh para ibu dan pengasuh, demi tumbuh kembang anak yang optimal," pungkasnya. (pms/pus/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan