Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pentas Seni Budaya dan Bedah Buku Konten Lokal Dorong Kesadaran Pendidikan Inklusif di Kaltim

Iklan • Rabu, 26 November 2025 | 12:00 WIB
MENGHIBUR: Anak-anak ABK ceria dan haru ikut pentas seni yang dihadiri tamu dan undangan dalam suasana penuh kebahagiaan serta para pejabat DPK Kaltim beserta para narasumber.
MENGHIBUR: Anak-anak ABK ceria dan haru ikut pentas seni yang dihadiri tamu dan undangan dalam suasana penuh kebahagiaan serta para pejabat DPK Kaltim beserta para narasumber.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pentas Seni Budaya Kaltim dan Bedah Buku Konten Lokal yang mengusung tema "Perjalanan Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)" sedang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, pada Jumat (21/11), beberapa waktu lalu.

Menghadirkan momentum penting untuk menegaskan pemerataan pendidikan inklusif di daerah serta Bedah Buku Inklusi dan Peluncuran Aplikasi SEMAI meneguhkan komitmen pendidikan ramah ABK di Kaltim.

Puluhan anak berkebutuhan khusus hadir bersama orang tua dan guru pendamping, menjadikan acara ini ruang refleksi sekaligus advokasi bagi layanan pendidikan yang setara.

Acara yang dimulai pukul 14.00 Wita ini dihadiri tokoh nasional, pimpinan lembaga, komunitas dan pegiat literasi, pegiat inklusi, penulis buku, hingga para orang tua Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Hana Iriana, menekankan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Ia menyampaikan bahwa literasi juga mencakup kemampuan memahami realitas sosial, menerima keberagaman, serta memastikan peluang setara bagi seluruh pelajar tanpa kecuali.

Menurut Hana, penyelenggaraan pendidikan inklusif menuntut sistem yang adaptif. Lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam membantu anak berkebutuhan khusus berkembang sesuai potensi masing-masing.

Ia turut memberikan apresiasi kepada para penulis dan pemateri yang telah menyajikan gagasan serta pengalaman mereka melalui buku dan media digital. Karya-karya tersebut, lanjutnya, memberikan kontribusi nyata sebagai rujukan bagi pendidik sekaligus inspirasi bagi orang tua.

"Untuk diketahui, acara ini juga dimeriahkan dengan suasana haru dan penuh kebanggaan yang turut hadir dalam pertunjukan pentas seni budaya yang terdiri dari empat Sekolah Luar Biasa dan TBM Iqro. Penampilan musik, tari, hingga puisi inklusif tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak dapat bersinar ketika diberi ruang untuk berkarya," tutur Hana.

Keynote speech disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Dalam pemaparannya, Hetifah menegaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan hak konstitusional seluruh warga negara.

Ia menambahkan bahwa revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional tengah disusun dan mencakup satu bab khusus tentang pendidikan inklusif, yang dirancang untuk memperkuat penegakan hak serta menghapus hambatan partisipasi siswa berkebutuhan khusus.

Selain rangkaian pentas seni dan diskusi buku, acara ini membuka ruang dialog terbuka antara pembuat kebijakan, guru pendamping, orang tua, dan masyarakat.

Dinas Perpustakaan Kaltim berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara konsisten untuk memperluas kesadaran publik mengenai pentingnya inklusivitas dalam dunia pendidikan.

Acara ditutup pada pukul 17.30 Wita dengan komitmen bersama untuk memajukan gerakan literasi dan pendidikan inklusif.

Para peserta berharap momentum ini dapat memperluas ruang belajar setara bagi seluruh anak, tanpa terkecuali, di Kalimantan Timur.

Narasumber dalam kegiatan ini adalah Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, Gigih Wicaksono, seorang Programmer Aplikasi SEMAI (Sistem Edukasi Mandiri dan Inklusif) untuk ABK, Irma Riana seorang Penulis Buku Saat Dunia Retak dan Langit Tak Lagi Biru, dan Muh. Yamin Muhtar seorang Penulis Buku Aku ABK Aku Bisa Shalat, Trik Membimbing Shalat ABK. (Kh///)

Editor : Almasrifah
#bedah buku #anak berkebutuhan khusus #dinas perpustakaan dan kearsipan #abk #pentas seni budaya