KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Universitas Mulia (UM) menggelar Wisuda Program Sarjana Tahun Akademik 2024/2025 di Ballroom Novotel Balikpapan, Senin (1/12).
Sebanyak 361 mahasiswa dari berbagai program studi di Balikpapan dan Samarinda resmi dikukuhkan sebagai lulusan baru. Dari total itu, di antaranya menyandang predikat sangat memuaskan 58%, cum laude 45%.
Acara berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, dihadiri jajaran Pembina, Pengurus, dan Badan Pengelola Harian Yayasan Airlangga, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, pimpinan perguruan tinggi, serta orang tua wisudawan.
Pada momen ini Rektor Universitas Mulia Prof Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifa’i, M.Si menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan wisuda ke tujuh tersebut. Menurutnya, momentum wisuda tidak sekadar seremoni akademik, tetapi sebuah titik awal pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa. “Wisuda merupakan tonggak penting bagi para lulusan sekaligus momentum reflektif atas perjalanan akademik yang telah ditempuh,” katanya.
Ia juga turut memberikan apresiasi dan terima kasih kepada orang tua dan wali mahasiswa yang telah terus mendukung para wisudawan mencapai tahap akhir studinya.
“Kami sangat bangga karena tahun ini, rerata IPK mencapai 3,56 yang meningkat dibanding 2024. Sementara rerata masa studi mencapai 4 tahun 5 bulan, di mana terdapat mahasiswa dengan masa studi tercepat 3 tahun 4 bulan dari prodi S1 Teknologi Informasi dengan nama Wahyu Aji Purnama,” ujarnya.
Selain itu terdapat wisudawan dengan usia 49 tahun, dari program studi S1 Farmasi yakni Ratna Arif serta wisudawan termuda yakni 20 tahun dari prodi S1 Sistem Informasi, Nabila Cantika.
“Ini membuktikan bahwa pendidikan tidak dibatasi oleh usia. Dan kami sangat membuka kesempatan kepada siapapun yang ingin bergabung dengan Universitas Mulia,” terangnya.
Muhammad Ahsin menjelaskan selama tiga tahun terjadi peningkatan mahasiswa baru Universitas Mulia, dengan rata-rata 10-15% per tahun serta mahasiswa aktif bertambah 3–4% per tahun. “Dan perlu diketahui bahwa saat ini kita juga telah memiliki lebih dari 80 kerja sama Tridharma, baik internasional, nasional maupun lokal selama tiga tahun terakhir,” jelasnya.
Terkait para wisudawan yang telah terserap di dunia kerja, Muhammad Ahsin membeberkan bahwa lulusan telah bekerja pada berbagai sektor, mulai dari perusahaan multinasional, industri nasional, lembaga pemerintah, hingga wirausaha mandiri.
“Dari hasil tracer study yang kami lakukan waktu tunggu lulusan memperoleh pekerjaan itu 3,7 bulan di mana 83% bekerja sesuai kompetensi akademik. Ini tentu menjadi hal yang membanggakan karena lulusan kami bekerja di bawah enam bulan,” bebernya.
Dirinya turut menekankan bahwa Universitas Mulia memiliki visi menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berwawasan global di bidang Technopreneurship pada 2045.
“Kami memiliki 5 tahapan dalam mencapai visi besar tersebut, di mana milestone tahap pertama yang sudah dimulai sejak 2019-2025 berakhir tahun ini dengan nama Teaching University. Pada 2026 kami akan masuk ke dalam milestone kedua dengan nama Research and Innovation University yang mana penguatan ekosistem technopreneurship akan dilakukan,” ucapnya.
Kepada wisudawan Muhammad Ahsin turut berpesan agar para wisudawan tidak terlarut dalam euforia. Mengingat perjuangan tidak berhenti sampai di sini. Namun terus meningkatkan kompetensi dan menjaga kualitas.
“Saat ini telah masuk dalam jaman literasi digital, semuanya sudah dapat dibantu dengan perkembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Gemini, Copilot dan lainnya, teknologi ini memudahkan dalam berbagai pekerjaan hingga pemrograman. Namun terdapat risiko di dalamnya, untuk itu diharapkan para lulusan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi pihak yang mampu memimpin pemanfaatan AI secara bertanggung jawab dan etis,” harapnya.
Diketahui dalam acara itu, turut diberikan berbagai penghargaan kepada para wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi dan wisudawan berprestasi. (*)
Editor : Ismet Rifani