Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan, menghadirkan pemateri dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Kalimantan dan perwakilan akademisi Poltekba.
Hetifah menilai AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan masa kini yang harus segera diadopsi dunia pendidikan.
“Revolusi digital tidak bisa ditahan. Sejak beberapa tahun terakhir saya mendorong kampus menjadi penggerak transformasi digital. Kalau kita tidak siap, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi teknologi di kalangan generasi muda dengan mencontohkan platform digital seperti Roblox, yang kini banyak dimanfaatkan untuk pembelajaran kreatif, kolaboratif, hingga kemampuan dasar pemrograman.
“Roblox itu bukan sekadar permainan. Ada ruang belajar, kreasi, bahkan beberapa sekolah menjadikannya ekstrakurikuler. Dunia bergerak cepat dan anak muda harus punya akses belajar teknologi sejak dini,” tambahnya.
Menurut legislator daerah pemilihan Kalimantan Timur itu, pemahaman AI akan membantu mahasiswa berbagai bidang — mulai teknik, desain, hingga bisnis — untuk menciptakan solusi praktis dan inovatif.
Selain manfaat, ia mengingatkan etika digital sebagai aspek penting dalam penggunaan AI.
“Hati-hati mengunggah data pribadi atau curhat ke AI. Semua harus digunakan dengan bijak,” tegasnya.
Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekba, Prof Tuatul Mahfud dalam pemaparan teknis menekankan bahwa kualitas output AI bergantung pada akurasi data yang diproses.
“Jika datanya tidak sesuai, maka hasilnya juga akan bias. Namun AI tetap unggul dari sisi efisiensi dan kecepatan analisis,” jelasnya.
Sementara itu, narasumber LLDikti Wilayah XI yang juga Duta Teknologi Kaltim 2024, Bambang Herlandi menyampaikan sejumlah tantangan dalam implementasi AI di perguruan tinggi, di antaranya kesenjangan digital, kesiapan SDM dosen dan mahasiswa, risiko plagiat, bias algoritma, keamanan data, hingga kebutuhan standar kompetensi berbasis AI.
“Pemanfaatan AI membuka peluang besar, tetapi juga disertai tantangan. Kampus harus menyiapkan ekosistem yang mendukung penggunaan teknologi secara etis dan bertanggung jawab,” katanya.
Melalui sosialisasi ini, Poltekba berharap implementasi AI di lingkungan kampus dapat semakin terarah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, riset terapan, serta kompetensi mahasiswa menghadapi kebutuhan industri masa depan.(aji)
Editor : Maria Irham