KALTIMPOST.ID, Memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, ada satu isu kesehatan yang sangat berkaitan namun kerap dianggap sepele, yaitu Infeksi Menular Seksual (IMS).
IMS adalah kelompok penyakit yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual, namun penularan juga dapat terjadi dari ibu kepada janin selama kehamilan maupun saat proses persalinan.
IMS membawa berbagai risiko serius. Penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan, komplikasi kehamilan seperti kecacatan bayi hingga kematian janin, kerusakan organ tubuh (terutama pada penyakit sifilis), serta meningkatkan risiko kanker mulut rahim pada wanita.
Salah satu tantangan terbesar adalah kenyataan bahwa IMS sering kali tidak menimbulkan gejala khas, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.
Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai adalah keputihan yang tidak normal, nyeri saat buang air kecil, luka atau benjolan di kelamin, gatal hebat di area kelamin, dan nyeri saat berhubungan seksual.
IMS juga memiliki hubungan erat dengan peningkatan penularan HIV. Luka atau peradangan pada kelamin akibat IMS membuat tubuh lebih rentan tertular HIV saat terjadi kontak seksual.
Selain itu, IMS dapat menekan sistem imun pada penderita HIV sehingga mempercepat perkembangan penyakit HIV.
Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pendekatan ABCDE yaitu:
- Abstinence: tidak berhubungan seks bagi pasangan yang belum menikah,
- Be Faithful: setia kepada satu pasangan,
- Condom: menggunakan kondom dengan benar saat berhubungan seksual,
- Drug No: menghindari penggunaan narkoba dan zat terlarang,
- Education: meningkatkan edukasi mengenai IMS.
Selain perilaku sehat, skrining rutin terutama pada populasi berisiko tinggi serta pemeriksaan dini ke dokter bila muncul gejala sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Dengan meningkatnya kasus IMS di berbagai daerah, peningkatan kesadaran dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan diri dan pasangan.
Edukasi yang tepat serta akses layanan kesehatan yang mudah menjadi kunci dalam menekan angka penularan. (*)
Editor : Almasrifah