KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Proses seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan terkait kurangnya transparansi, terutama dalam penyampaian nilai Computer Assisted Test (CAT) dan psikotes para peserta.
Selain itu, dinamika internal antar-komisi dan fraksi turut menambah rumit situasi, membuat sebagian pihak merasa tidak dilibatkan dalam tahapan yang seharusnya terbuka.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Damayanti, menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada pimpinan DPRD, fraksi-fraksi, serta ketua komisi terkait untuk meminta kejelasan proses.
“KPID sampai saat ini kita sudah bersurat ke masing-masing pimpinan, ke masing-masing fraksi, ke masing-masing ketua komisi, dan kita tunggu respon mereka seperti apa,” jelasnya, belum lama ini.
Ia juga mengkritisi proses yang terkesan mengabaikan keberadaan Komisi I, yang seharusnya menjadi bagian dari mekanisme pembahasan.
“Saya merasa dalam proses pemilihan KPID ini kok seolah-olah mereka tidak menganggap keberadaan Ketua Komisi I, kok dilangkahi hal itu? berarti ada sesuatu yang disembunyikan. Tidak ada transparansi,” paparnya dengan tegas.
Damayanti menambahkan bahwa ketiadaan komisioner lama dalam daftar hasil seleksi terbaru turut memunculkan tanda tanya besar.
“Biasanya orang yang terbiasa di situ lebih menguasai. Minimal jadi urutan 10 kan minimal, menurut saya sih seperti itu,” tutupnya.
Menurutnya, DPRD perlu segera mendapatkan penjelasan resmi agar proses seleksi dapat dipastikan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dugaan penyimpangan. (Adv/DprdKaltim)
Editor : Almasrifah