PASER – Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 dimanfaatkan PT Kideco Jaya Agung untuk kembali menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan yang inklusif di Kabupaten Paser. Melalui Program DREAMS (Kideco Cares for Diffabled Communities), perusahaan mendorong penguatan peran keluarga, pendidik, dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan yang digelar di Awa Mangkuruku, Tanah Grogot, tersebut diikuti 521 peserta yang terdiri dari ABK, orang tua, serta tenaga pendidik. Mengangkat tema “Parenting dan Handling Anak Spesial”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus pendampingan praktis bagi keluarga dan pendidik yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan anak disabilitas.
Dua narasumber dihadirkan untuk mengupas isu tersebut secara komprehensif, yakni Andhita N., psikolog dan dosen, serta Jeri Novarlo, fisioterapis pediatri anak. Selain pemaparan materi, peserta juga diberi kesempatan mengikuti sesi tanya jawab dan konsultasi langsung, sehingga persoalan yang dihadapi di lapangan dapat dibahas secara aplikatif.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam kegiatan ini, mulai dari Direktur Legal & Corporate Affairs Kideco Arif Kayanto, perwakilan Indika Foundation, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Paser Sukardi, Kepala Dinas Sosial Paser Hasanuddin, Wakil Direktur RS Panglima Sebaya Safiuddin Rachman, hingga mitra kerja Kideco seperti PAMA, SIMS, Petrosea, DUM, dan Cotrans.
Kegiatan ini juga melibatkan komunitas dan lembaga pendidikan inklusif, antara lain Forum ABK Batu Sopang, Muara Komam, Kuaro, Tanah Grogot, Komunitas Tuli Paser, serta SLBN Tanah Grogot.
Arif Kayanto mengatakan Program DREAMS merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menciptakan ruang yang aman dan setara bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, inklusivitas tidak cukup dimaknai sebatas penyediaan akses, tetapi juga menuntut adanya penerimaan, pemberdayaan, serta kolaborasi lintas sektor.
“Kami percaya lingkungan yang inklusif hanya bisa terwujud jika semua pihak terlibat dan saling menguatkan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Pemkab Paser. Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Paser, Sukardi, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan agenda daerah dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi orang tua dan pendidik agar potensi setiap anak, termasuk ABK, dapat berkembang secara optimal.
Selain seminar, rangkaian HDI 2025 ini turut diisi dengan Inclusive Kidz Vaganza serta pemberian penghargaan kepada ABK berprestasi di 2025. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas semangat, dedikasi, dan capaian anak-anak disabilitas di berbagai bidang.
Melalui Program DREAMS, Kideco berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Upaya ini diharapkan mampu membangun ekosistem sosial yang lebih berkelanjutan sekaligus mendorong pemenuhan hak serta peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas di wilayah operasional perusahaan. (adv/aji/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan