Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ratusan Santri Kaltim Pulang Kampung, Konsulat SAMBOTESA 2025 Jadi Ajang Penyambutan dan Silaturahmi

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 22 Desember 2025 | 05:00 WIB
KONSULAT SAMBOTESA: Penyambutan para santri SMP-SMA Al Izzah Leadership School (ALS) dan santriwati International Islamic Boarding School (IIBS) berjalan lancar.
KONSULAT SAMBOTESA: Penyambutan para santri SMP-SMA Al Izzah Leadership School (ALS) dan santriwati International Islamic Boarding School (IIBS) berjalan lancar.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Ajang silaturahmi sekaligus penyambutan ratusan santri SMP dan SMA Mahad Al Izzah asal Kalimantan Timur yang menempuh pendidikan di Jawa Timur. Kegiatan itu mempertemukan santri, orang tua, serta jajaran direksi Al Izzah Leadership School (ALS) dan International Islamic Boarding School (IIBS).

Ketua Panitia Konsulat SAMBOTESA 2025 Asbudin mengatakan, kegiatan rutin tersebut menjadi ruang silaturahmi keluarga besar Mahad Al Izzah asal Bumi Etam, sekaligus momentum menyambut kepulangan santri dalam rangka libur semester setelah menempuh proses pendidikan di pesantren.

Para santri diantar langsung Maftuhin Ahmadi, Direktur Pendidikan Boarding School Ma'had Al Izzah. Pada Konsulat SAMBOTESA 2025 diketuai M Alif Habibi, tercatat sebanyak 111 santriwan dan santriwati asal Samarinda, Bontang, Tenggarong dan Sangatta (SAMBOTESA) disambut kepulangannya.

Jumlah tersebut belum termasuk kloter Balikpapan, Berau, Paser, hingga Penajam Paser Utara. “Kalau di sini sudah 100-an. Konsulat Balikpapan itu sekitar 150-an,” jelas Asbudin.

Selain menjadi ajang temu rindu, kegiatan juga menjadi momen refleksi bagi orang tua. Asbudin bersyukur atas perubahan positif yang terlihat pada anak-anak mereka. “Mereka kembali tidak hanya membawa pengetahuan, tetapi juga sikap yang lebih tertata, adab yang lebih terjaga, serta kedewasaan dalam bersikap,” terangnya.

Para orang tua menilai pendidikan di Mahad Al Izzah tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Nilai Faith in Action, Values in Motion dirasakan nyata dalam keseharian santri. “Prinsip adab, lillah, dan syukur menjadi fondasi yang mengiringi proses belajar mereka,” lanjutnya.

Mahad Al Izzah memiliki dua unit pendidikan, yakni ALS untuk santri putra, dan IIBS untuk santri putri, dengan penguatan kepemimpinan serta pendidikan pesantren. Selain akademik, santri juga dibekali tahfiz Al-Qur’an. “Rata-rata anak-anak Kaltim yang selesai itu minimal sudah hafal lima juz,” ungkapnya.

Dia berharap ke depan Kaltim memiliki lebih banyak lembaga pendidikan, khususnya sekolah berbasis Islamic Boarding School, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta. Dengan begitu, Kaltim diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu kota pendidikan favorit di Indonesia.

Kegiatan Konsulat SAMBOTESA 2025 juga dirangkai dengan pengukuhan Ikatan Alumni Al Izzah (IKAZZA) Koordinator Wilayah Kalimantan.

Lebih dari sekadar penyambutan, Konsulat SAMBOTESA menjadi penegas bahwa proses pendidikan yang dijalani santri Mahad Al Izzah membawa dampak nyata bagi pembentukan karakter generasi muda Kaltim. (adv)

Editor : Dwi Restu A
#islamic boarding school #Mahad Al Izzah #kaltim