KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur telah menggelar kegiatan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Wilayah yang bertujuan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan (stakeholder) transportasi dan merumuskan strategi pengembangan sektor transportasi di wilayahnya.
Acara yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah, akademisi dari berbagai universitas di Samarinda, praktisi transportasi, serta masyarakat dan mahasiswa umum, membahas berbagai topik penting, antara lain integrasi moda transportasi, keamanan dan keselamatan lalu lintas, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan transportasi.
Kegiatan tersebut digelar selama satu hari, bertempat di Ballroom Grand Verona Hotel Samarinda, pada Jumat (12/12). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Haris Muhammadun, Ketua DPP MTI.
Pada sesi rapat kerja wilayah, anggota MTI Kaltim juga membahas rencana kerja tahunan dan program-program yang akan dijalankan untuk mendukung pembangunan daerah.
Ketua MTI Pusat, Haris Muhammadun, menyampaikan harapan agar acara ini dapat menjadi wadah pertukaran pikiran yang konstruktif dan menghasilkan rekomendasi nyata yang dapat diimplementasikan oleh pihak terkait.
“Kami berharap melalui seminar dan rapat kerja ini, transportasi di Kalimantan Timur dapat berkembang lebih baik dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Ditambahkan Haris, Seminar Nasional ini menjadi platform penting untuk membahas tantangan dan peluang dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kaltim, yang kini menjadi sorotan nasional dan global, memerlukan infrastruktur transportasi yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan dan efisien,” sambung Haris.
Lebih lanjut, Haris menambahkan bahwa Kaltim sudah cukup maju dan berkembang, serta mulai mengalami peningkatan volume kendaraan.
Hal ini perlu dikendalikan dengan pengelolaan transportasi yang baik dan optimal agar tidak menimbulkan kepadatan dan kemacetan.
“Kita tahu bahwa di kota-kota besar yang maju, seperti Jakarta, Surabaya, serta di wilayah Sulawesi dan Sumatera, transportasi cukup padat dan jumlah kendaraan sangat ramai. Kondisi ini berdampak pada sistem transportasi yang sulit dikendalikan dan akhirnya menimbulkan kemacetan di berbagai wilayah,” terang Haris.
"Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kata kunci. Kita tidak bisa bergerak sendiri. Dengan adanya IKN, beban dan peran transportasi Kaltim menjadi sangat vital, sehingga menuntut semua pihak untuk duduk bersama, menyelaraskan program, dan menciptakan sistem transportasi yang benar-benar terintegrasi, baik darat, laut, maupun udara,” ujarnya.
Dengan adanya berbagai upaya tersebut, diharapkan transportasi umum yang terintegrasi, efisien, dan nyaman dapat segera terwujud, termasuk dalam mengatasi masalah kemacetan di kota-kota besar serta mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.
Sementara itu, Pimpinan MTI Kaltim yang diwakili oleh Sekretaris MTI Kaltim, Tukimun, juga menyampaikan bahwa dalam rapat kerja wilayah, pengurus MTI membahas evaluasi program tahun sebelumnya, rencana kerja tahun mendatang, serta peningkatan kinerja anggota organisasi.
Ketua Pengurus Wilayah MTI menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan MTI tetap berperan aktif dalam mendukung pembangunan transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui seminar dan rapat kerja ini, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pemerintah dan stakeholder terkait, serta memperkuat ikatan antaranggota MTI di wilayah ini,” ungkapnya.
Oleh karena itu, melalui Rakerwil ini, Tukimun menegaskan komitmen MTI Kaltim untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi transportasi masa depan.
“Kami siap mengawal integrasi transportasi yang akan menjadi tulang punggung pergerakan di IKN dan Kaltim secara keseluruhan,” tutupnya.
Sebagai informasi, adapun narasumber dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, ST., MT., IPU, ASEAN Eng., Wakil Ketua Umum PII Pusat; Dr. Ir. Ari Sasmoko Adi, ST., MT. (Peneliti BRIDA Kaltim); serta Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD., M.M., IPU., Ketua Umum MTI Pusat. (*)
Editor : Almasrifah