KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Termasuk bagi peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Salah satu penerima manfaat tersebut adalah Fitria (30), seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Samarinda.
Fitria menceritakan pengalaman pertamanya menggunakan BPJS Kesehatan saat harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena mengalami gangguan pada paru-parunya.
Saat itu, kondisinya mengharuskannya dirawat selama satu minggu di rumah sakit.
Menurutnya, pelayanan yang ia terima selama menjalani perawatan berjalan dengan baik, mulai dari proses administrasi hingga pelayanan medis yang diberikan tenaga kesehatan.
Ia juga mengaku tidak merasakan adanya perbedaan perlakuan antara pasien pengguna BPJS Kesehatan dengan pasien umum.
“Waktu itu saya sempat khawatir karena harus dirawat inap cukup lama akibat sesak napas dan ada gangguan di paru-paru. Tapi ternyata pelayanannya sangat baik. Dari awal masuk sampai dirawat, saya tidak merasa dibedakan meskipun menggunakan BPJS Kesehatan,” ujar Fitria.
Fitria merasa sangat terbantu dengan adanya jaminan kesehatan dari pemerintah melalui Program JKN, terutama karena biaya pengobatan untuk rawat inap tentu tidak sedikit.
Ia mengaku, tanpa BPJS Kesehatan biaya perawatan tersebut akan cukup berat dan menjadi beban bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah.
“Kalau harus bayar sendiri, mungkin biayanya besar sekali. Dengan adanya BPJS Kesehatan, saya bisa fokus ke penyembuhan tanpa terlalu memikirkan biaya. Saya benar-benar merasa terbantu,” katanya. Saat ini, Fitria sedang hamil dan berencana kembali memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk proses persalinannya nanti.
Sebagai salah satu bentuk persiapan menyambut kelahiran sang buah hati yang diperkirakan lahir pada 19 Februari 2026, Fitria juga telah mengurus perpindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dengan mendatangi langsung Kantor BPJS Kesehatan Cabang Samarinda. Ia menilai pelayanan di kantor BPJS Kesehatan juga berjalan dengan baik. Petugas memberikan penjelasan secara jelas mengenai prosedur pindah FKTP.
“Saya datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus perpindahan FKTP supaya nanti lebih dekat dan mudah saat kontrol kehamilan dan persalinan. Pelayanannya ramah dan penjelasannya jelas, jadi saya tidak bingung dengan prosedurnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fitria berharap Program JKN dapat terus berjalan dan semakin memudahkan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, dalam mengakses layanan kesehatan.
Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat agar tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa rasa khawatir terhadap biaya. “Saya berharap BPJS Kesehatan terus membantu masyarakat dan pelayanannya semakin baik. Program JKN ini sangat bermanfaat, Saya bersyukur bisa menjadi peserta JKN karena semua kebutuhan medis bisa ditangani dengan baik tanpa biaya tambahan” tutupnya.
Editor : Rendy Fauzan