KALTIMPOST.ID, SURABAYA — Operator manajemen perhotelan Midtown Hotels Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh lini bisnis di jaringan hotelnya berjalan selaras dengan target pengembangan perusahaan, sekaligus menghadirkan pelayanan terbaik dan berkesan sesuai ekspektasi tamu.
Seiring pertumbuhan bisnis yang terus meningkat, Midtown Hotels Indonesia mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi utama keberlanjutan usaha. Komitmen tersebut dijalankan melalui payung program bertajuk Midtown Connect, yang menjadi kerangka strategis pengembangan bisnis berkelanjutan di seluruh unit hotel.
Corporate Public Relations Midtown Hotels Indonesia, Kus Andi, mengatakan bahwa penerapan ESG bukan sekadar pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun bisnis perhotelan yang relevan dan berdaya saing.
“Kami percaya pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Midtown Connect menjadi payung yang menyatukan berbagai inisiatif ESG agar selaras dengan visi perusahaan,” ujar Kus Andi.
Program ESG Midtown Hotels Indonesia berfokus pada empat pilar utama, yakni Midtown Connect sebagai penggerak kolaborasi sosial, M-Green yang menitikberatkan kepedulian lingkungan, Women Mpowerment sebagai dukungan terhadap kesetaraan dan peran perempuan Indonesia, serta Midtown Appreciation Week sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh insan dan mitra perusahaan.
Memasuki tahun 2026, melalui pilar Midtown Connect, Midtown Hotels Indonesia kembali melanjutkan program Kopi Tutur Rasa, sebuah inisiatif kolaboratif bersama komunitas rentan, khususnya penyandang disabilitas Tuli.
Saat ini, enam barista Tuli berperan aktif di empat unit hotel Midtown di Surabaya, yakni Midtown Hotel Surabaya, Midtown Residence Surabaya, Crown Prince Hotel Surabaya, serta Verwood Hotel & Serviced Residence Surabaya.
Kus Andi menambahkan, program ini tidak hanya membuka akses kerja, tetapi juga membangun ruang interaksi yang setara antara karyawan, tamu, dan komunitas disabilitas.
“Kami ingin menciptakan ekosistem kerja yang inklusif, di mana penyandang disabilitas memiliki ruang untuk berkembang, percaya diri, dan berinteraksi secara setara,” katanya.
Antusiasme tamu hotel terlihat dari interaksi langsung di counter Kopi Tutur Rasa. Selain menyajikan kopi, para barista Tuli juga mengajak tamu mengenal dasar Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), menjadikan pengalaman menginap lebih bermakna.
Di sisi lingkungan, program M-Green dijalankan secara konsisten oleh Midtown Xpress Sampit melalui penanaman bibit pohon di sekitar area hotel. Kegiatan ini rutin dilakukan bersama masyarakat, komunitas lokal, serta pemerintah setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Sementara itu, dukungan terhadap peran perempuan diwujudkan melalui program Women Mpowerment yang dijalankan Midtown Xpress Balikpapan dengan mengangkat kisah perempuan inspiratif dari berbagai profesi strategis.
Program CSR juga diterapkan oleh Midtown Hotel Samarinda dengan menggandeng UMKM lokal untuk memasarkan produk unggulan di area lobi hotel, serta membuka ruang ekspresi bagi seniman lokal melalui pertunjukan musik tradisional seperti sape dan tingkilan setiap akhir pekan.
Sebagai bentuk apresiasi, Midtown Residence Jakarta rutin menggelar Midtown Appreciation Week setiap tahun bagi karyawan, tamu, mitra bisnis, dan rekan media yang telah berkontribusi terhadap perjalanan perusahaan.
Melalui rangkaian program tersebut, Midtown Hotels Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. (*)
Editor : Ismet Rifani