BALIKPAPAN- Sebagai upaya memastikan pencapaian serta mewujudkan pelaksanaan program kerja di tahun ajaran baru, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar Rapat Kerja 2026 di Grand Jatra Hotel, Balikpapan selama 3 hari, dimulai 10 hingga 12 Februari.
Mengusung tema “Penguatan Tata Kelola, Kinerja dan Inovasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan Polnes Unggul, Berdaya Saing Tinggi dan Berdampak” rapat kerja itu diikuti seluruh struktural kampus dari berbagai Jurusan dan Unit Kerja.
Setiap Jurusan dan Unit kerja pun memaparkan berbagi program kerja yang telah di laksanakan sejak 2025 hingga rencana kerja di 2026.
Direktur Politeknik Negeri Samarinda, Ahyar Muhammad Diah menjelaskan, raker digelar untuk mengevaluasi kinerja yang sudah dilakukan di 2025, hingga menyusun rencana kerja untuk tahun mendatang.
“Ini adalah raker tahunan yang dilakukan Politeknik Samarinda, dalam rangka bagaimana menyusun program kerja pengembangan sivitas akademika dari semua jurusan dan unit-unit kerja di Polnes dalam 1 tahun kedepan,” jelasnya.
Dia menyampaikan, pihaknya memiliki target untuk peningkatan indeks kinerja utama dan indeks kinerja tambahan. "Karena umumnya kami berkiprah kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Jadi program dari Kemdiktisaintek yang diturunkan dalam bentuk indeks kinerja utama dan indeks kinerja tambahan, itu yang dikejar untuk ditingkatkan capaiannya. Progressnya umumnya rata-rata naik, tetapi perlu peningkatan yang lebih baik lagi ke depan," terangnya.
Dalam raker itu, sebut Ahyar, setiap Unit kerja beradu gagasan, langkah-langkah apa yang kira-kira bisa menjamin Polnes menuju lompatan-lompatan secara eksponensial ke depan dengan harus berani melakukan perubahan-perubahan yang sangat relevan.
“Sebelumnya berbagai program unggulan telah kita lakukan, seperti menghadirkan program magang luar negeri hingga bekerjasama dengan perusahaan luar untuk membangun training center di kampus, program seperti ini yang harus kita tingkatkan dengan pengembangan lebih baik,” sebutnya.
Ia membeberkan, bahwa program magang dan bekerja di luar negeri telah menjadi program unggulan yang paling diminati mahasiswa saat ini. Pihaknya sebelumnya telah melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan luar negeri, baik dari China, Taiwan, Jepang hingga Swiss.
Di mana dalam waktu dekat sebanyak 28 mahasiswa akan diberangkatkan untuk magang di Taiwan.
“Rencananya mereka berangkat bulan Maret nanti, untuk melakukan magang, kemudian biasanya mereka langsung bekerja di sana,” tambahnya. Selain itu, salah satu perusahaan dari Swiss juga akan membuka program studi baru Energi Terbarukan di Polnes yang akan dimulai pada bulan Juli.
Bukan hanya berfokus pada kerjasama dengan pihak luar, Polnes juga lanjut Ahyar akan terus melakukan pengembangan internal, seperti berfokus pada setiap program studi untuk dapat menciptakan produk-produk yang bisa dihilirisasi. “Kita akan fokuskan, para dosen yang melakukan riset hasilnya tidak hanya di kertas atau di publikasi ke jurnal, melainkan dapat dihilirisasi ke masyarakat, dapat bermanfaat dan digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.
Ahyar pun berharap dari Raker tersebut dapat membawa Polnes menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menjadi inspirasi, unggul, modern, maju, berkualitas dan berdampak luas pada masyarakat. (*)
Editor : Ismet Rifani