Di usianya yang baru lima tahun, Tobias menorehkan prestasi bersejarah sebagai satu-satunya peserta Indonesia di kategori TK yang meraih medali emas dalam tiga tahun terakhir penyelenggaraan TIMO secara on-site.
Keluarga dan pihak sekolah menyambut pencapaian ini dengan sukacita, bangga melihat kemampuan matematika Tobias yang sudah tampak sejak usia sangat dini.
Heat Round: 13 September 2025
Perjalanan Tobias dimulai dari TIMO Heat Round yang berlangsung di Indonesia pada 13 September 2025.
Dari ratusan peserta usia dini, Tobias tampil memukau dan berhasil meraih medali emas nasional, yang menjadi tiket menuju babak final internasional di Thailand.
“Puji Tuhan, Tobias sangat antusias ikut kompetisi. Saat pengumuman mendapat emas, kami semua terharu,” ujar pihak keluarga.
Final Round di Bangkok: 7 Februari 2026
Babak final TIMO 2026 dilaksanakan di Bangkok, Thailand, pada 7 Februari 2026. Lokasi kompetisi bertempat di IMPACT Challenger, bagian dari IMPACT Arena, Exhibition and Convention Center. Sebanyak 1.400 peserta dari 20 negara hadir mengikuti Final Round TIMO tahun tersebut.
Di antara ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, Tobias adalah satu-satunya wakil Indonesia di kategori TK yang berhasil meraih medali emas internasional.
Pengalaman Tobias di Bangkok
Tobias dan keluarga tiba di Bangkok dua hari sebelum kompetisi. Pada tanggal 6 Februari, ia mengikuti mock test—sesi pemanasan yang disediakan secara resmi oleh TIMO untuk membiasakan peserta dengan pola soal dan suasana lomba. Pada hari kompetisi, ribuan peserta kategori TK hingga SMA memasuki ruang ujian.
Ujian berlangsung selama 120 menit dengan total 30 soal, mencakup materi logika, aritmatika dasar, Number Theory, geometri, dan kombinatorika—format soal yang sesuai dengan struktur resmi TIMO Final Round.
“Justru kami yang tegang, Tobiasnya santai sekali,” ujar ibu dan ayahnya sambil tersenyum.
Momen Mendebarkan Saat Pengumuman
Award Ceremony menjadi bagian paling mendebarkan. Orang tua dan peserta dipisahkan di area berbeda, sehingga suasana semakin menegangkan.
Ketika nama Tobias dipanggil sebagai Gold Medalist, sorakan dan tepuk tangan mengiringi langkah kecilnya menuju panggung.
“Tobias sempat bingung karena panggungnya besar sekali. Tapi wajah bangganya tidak bisa disembunyikan,” tutur pihak keluarga. Lebih membanggakan lagi, Tobias masuk Top 8 dunia untuk kategori usia dini (TK).
Bakat Matematikanya Sudah Terlihat Sejak Kecil
Minat Tobias terhadap angka sudah tampak sejak ia berusia tiga tahun. Ia sering menghitung mainan, mengelompokkan benda berdasarkan pola, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan angka.
Sejak usia empat tahun, Tobias juga telah terbiasa mengikuti berbagai kompetisi, tidak hanya di bidang matematika, tetapi juga Bahasa Inggris dan Sains.
Keaktifannya dalam mengikuti lomba sejak usia dini membentuk kepercayaan diri dan ketangguhannya dalam menghadapi tantangan akademik.
Hingga usianya yang sekarang, Tobias telah mengukir prestasi luar biasa, yaitu:
• 11 medali emas
• 6 medali perak
• 1 medali perunggu
• 2 penghargaan honorable mention / merit
Prestasi tersebut diraih dari berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Persiapan Tobias menghadapi TIMO juga dilakukan sepenuhnya di rumah, tanpa mengikuti les tambahan. Ia belajar langsung bersama orang tua melalui metode belajar sambil bermain yang menyenangkan dan dilakukan secara konsisten.
Orang tua menanamkan pentingnya persistensi sejak dini, dan dukungan mereka menjadi salah satu faktor paling berpengaruh dalam keberhasilan Tobias di ajang internasional ini.
Harapan ke Depan: Anak Indonesia Mampu Bersinar di Kancah Internasional
Keberhasilan Tobias menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional.
Dengan kemauan yang kuat, konsistensi dalam belajar, serta kerja keras yang didukung lingkungan yang positif, prestasi luar biasa bukanlah hal yang mustahil untuk diraih sejak usia dini.
Keluarga berharap pencapaian Tobias dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya untuk berani bermimpi dan berusaha memberikan yang terbaik. Mereka percaya bahwa talenta anak bangsa dapat terus berkembang dan membawa harum nama Indonesia di berbagai ajang dunia.
“Semoga prestasi Tobias bisa memotivasi anak-anak lain untuk berani mencoba, tidak mudah menyerah, dan terus konsisten. Kita bisa, selama ada kemauan dan usaha,” ujar orang tuanya.
Harapannya, semakin banyak anak Indonesia yang mengikuti jejak Tobias dan mengukir prestasi di panggung internasional, membuktikan bahwa potensi generasi muda Indonesia sangat besar dan layak mendapat ruang untuk berkembang. (*)
Editor : Almasrifah