BALIKPAPAN- Program Sumur bor merupakan salah satu program jariyah yang dikembangkan Lembaga Amil Zakat Nasional BMH Perwakilan Kaltim dalam rangka membantu masyarakat, masjid dan pesantren dalam memenuhi kebutuhan air untuk kebutuhan sehari-hari, khususnya yang kekurangan air bersih.
Akses air bersih bagi jamaah dan warga di sekitar Musala Al Qomary, KM 39 Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, kini semakin terjamin setelah selesainya pembangunan sumur bor yang diinisiasi oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kalimantan Timur.
Fasilitas sumur bor tersebut secara resmi diserahterimakan kepada pengurus musala pada Kamis, 5 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari pilar lingkungan BMH melalui subprogram penyediaan air bersih dan sanitasi.
Kepala Divisi Program dan Pendyagunaan BMH Kaltim, Achmad Rifai menjelaskan bahwa Pembangunan sumur bor ini bertujuan menyediakan sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan bagi jamaah musala serta masyarakat sekitar.
“Selama ini, keterbatasan akses air bersih menjadi kendala utama, baik untuk kebutuhan ibadah maupun aktivitas sehari-hari warga. Semoga program ini membantu warga di sini”, tanda Rifai.
Melalui fasilitas tersebut, air bersih kini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berwudhu, menjaga kebersihan musala, hingga kebutuhan dasar masyarakat di sekitar lokasi.
Secara teknis, pembangunan sumur dilakukan melalui proses pengeboran hingga mencapai kedalaman yang dinilai optimal untuk memperoleh sumber air yang stabil. Setelah proses pembangunan rampung, fasilitas tersebut kemudian diserahkan kepada pengurus Musala Al Qomary untuk dikelola dan dimanfaatkan bersama oleh jamaah dan warga sekitar.
Program ini diperkirakan memberi manfaat langsung kepada sekitar 150 penerima manfaat yang terdiri dari jamaah musala dan masyarakat di sekitar kawasan KM 39 Samboja.
Meski demikian, proses pembangunan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala. Tim pelaksana menghadapi tantangan berupa kondisi struktur tanah yang mengharuskan proses pengeboran dilakukan secara bertahap. Selain itu, lokasi yang relatif jauh juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengangkutan logistik dan pengerjaan program.
Pengurus Musala Al Qomary, Suriyanto, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Menurut dia, keberadaan sumur bor tersebut sangat membantu jamaah dan masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur atas bantuan sumur bor dari BMH dan para donatur. Kini musala kami sudah memiliki sumber air bersih yang sangat membantu jamaah dan warga sekitar. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Program penyediaan air bersih seperti ini dinilai memiliki dampak sosial yang signifikan, tidak hanya untuk mendukung kenyamanan ibadah, tetapi juga meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat di kawasan tersebut.
Bagi masyarakat KM 39 Samboja, sumur bor di Musala Al Qomary kini menjadi sumber air baru yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga sekitar. (*)
Editor : Ismet Rifani