Ketua Hiswana Migas Balikpapan, Christofel, mengatakan kondisi global menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi kebijakan subsidi energi. Namun demikian, distribusi di tingkat daerah diharapkan tetap berjalan normal dengan kepatuhan seluruh pangkalan.
“Kami mengajak pangkalan untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), tidak melayani pengecer, serta memprioritaskan konsumen langsung, baik masyarakat maupun UMKM,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut penting untuk memastikan LPG subsidi benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak. Pihaknya juga terus memperkuat koordinasi dengan agen penyalur LPG 3 kg (PSO) dalam pengawasan di lapangan.
“Setiap agen memiliki petugas lapangan (checker) yang rutin memantau. Ini bagian dari upaya menjaga distribusi tetap tertib dan tepat sasaran,” jelasnya.
Selain itu, pembinaan dan penegakan aturan tetap dilakukan secara konsisten guna menjaga kualitas layanan pangkalan kepada masyarakat.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Edi Mangun, turut mendorong peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan subsidi energi.
“Kami berharap masyarakat menggunakan LPG dan BBM bersubsidi secara bijak sesuai peruntukannya. Edukasi terus kami lakukan bersama media sebagai penghubung informasi kepada masyarakat,” ujarnya saat kegiatan Behind Pertamina Nozzle di Benua Patra Balikpapan, Rabu (19/4).
Dengan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, distribusi energi bersubsidi diharapkan tetap terjaga, sekaligus mampu merespons tantangan dari dinamika energi global. (*)
Editor : Ismet Rifani