Acara ini dihadiri oleh jajaran Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Samarinda, rektorat, dosen, staf administrasi, hingga perwakilan mahasiswa.
"Momen saling memaafkan, dalam sambutannya, Rektor Untag Samarinda menyampaikan bahwa esensi dari halal bihalal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya membersihkan hati dan memperkokoh fondasi kekeluargaan di lingkungan kampus," ujar Zuhdi Yahya, Rektor Untag Samarinda.
Lebih lanjut, Zuhdi Yahya menambahkan, setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa, hari ini kita berkumpul untuk saling memaafkan. Hubungan yang harmonis antar rekan kerja dan mahasiswa adalah kunci utama dalam membangun iklim akademik yang sehat dan progresif.
"Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh keceriaan. Beberapa agenda utama dalam acara ini meliputi: tausiyah singkat, mengangkat makna kemenangan Idulfitri dan pentingnya menjaga lisan serta sikap dalam bekerja; ramah tamah, sesi bersalaman secara simbolis sebagai wujud meleburnya kesalahan di masa lalu; makan bersama, menikmati hidangan khas Lebaran yang menambah suasana keakraban," tutur Zuhdi Yahya.
Sementara itu, harapan ke depan, Ketua Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Samarinda juga menambahkan bahwa semangat silaturahmi ini diharapkan dapat terbawa ke dalam profesionalisme kerja.
Dengan komunikasi yang baik dan hati yang bersih, Untag Samarinda optimistis dapat menghadapi tantangan dunia pendidikan di tahun-tahun mendatang dengan lebih solid.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan universitas, diikuti dengan foto bersama seluruh unit kerja.
Sebagai informasi, Halal Bihalal & Silaturahmi Keluarga Besar Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Tema kali ini adalah "Sucikan hati, eratkan ukhuwah, bangun Untag Samarinda yang lebih unggul." (Adv/kh///)
Editor : Almasrifah