Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

UPTD Taman Budaya Kaltim Gelar Pagelaran Seni Tari, Bangkitkan Ekspresi Budaya dan Identitas Tari Masa Kini

Khairul Anwar • Kamis, 30 April 2026 | 16:53 WIB
Peringatan Hari Tari Sedunia 2026 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Peringatan Hari Tari Sedunia 2026 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

 

KALTIMPOST.ID, Secara resmi pada Rabu malam (29/4) Peringatan Hari Tari Sedunia 2026 Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ditutup dan berlangsung meriah.

Kegiatan itu menampilkan pagelaran seni tari di UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltim, Rabu (29/4).

Mengusung tema “Harmoni Aku dan Alam”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang apresiasi bagi pelaku seni tari Kota Samarinda.

Penampilan Tari Leleng.
Penampilan Tari Leleng.

Penampilan Tari Leleng oleh siswi SMKN 5 Samarinda menjadi pembuka kegiatan. Tarian tersebut memukau penonton dengan keindahan gerak serta pesan budaya yang kuat.

Dalam laporan kegiatan, Sulistio Rini menyampaikan bahwa pagelaran ini merupakan agenda tahunan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 27-29 April 2026. Berbagai sanggar senin dan sekolah menjadi peserta pagelaran.

“Melalui kegiatan ini, kita merayakan keberagaman tarian dunia sekaligus menghargai seni tari sebagai ekspresi budaya dan identitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni tari sebagai bagian dari jati diri budaya.

“Ke depan, pelaksanaan agar semakin baik melalui masukan berbagai pihak,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Kaltim, Erna Rawati, menyampaikan Peringatan Hari Tari Sedunia bukan sekadar seremoni.

“Tetapi komitmen bersama dalam melestarikan dan mengembangkan seni tari sebagai identitas budaya bangsa,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa tari merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan serta menjadi media ekspresi yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.

Erna juga menegaskan komitmen Taman Budaya sebagai ruang terbuka dan inklusif bagi pelaku seni.

Fasilitas ini agar menjadi pusat kreativitas, kolaborasi, dan apresiasi seni.

Ia bahkan turut mengajak generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan seni tari sebagai kebanggaan daerah.

“Semoga kegiatan ini menjadi energi baru untuk terus berkarya dan agar menjaga budaya bangsa,” imbuhnya.

"Tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa ekosistem seni tari di Kalimantan Timur terus bertumbuh. Semangat para penari dari generasi muda hingga maestro menunjukkan bahwa identitas budaya kita tidak akan luntur oleh zaman," sambungnya.

Dengan berakhirnya acara ini, UPTD Taman Budaya Kaltim berharap semangat "Kaltim Menari" tidak berhenti di sini, melainkan terus berlanjut dalam sanggar-sanggar tari dan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter bangsa.

Sebagai informasi kegiatan ini merupakan program Sumber Dana, dari DAK BOP nonfisik tahun 2026.

Editor : Hernawati
#hari tari sedunia 2026 #pagelaran tari #uptd taman budaya kaltim