KALTIMPOST.ID, KOTA BANGUN–Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Prodi Desain Produk Kayu dan Serat Polnes melaksanakan kegiatan “Pendampingan Pembuatan Desain Kemasan untuk Masyarakat Pelaku UKM Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara”.
Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM lokal melalui pengembangan desain kemasan yang lebih menarik dan profesional bersama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan yang berlangsung selama periode Mei hingga Oktober 2024 tersebut melibatkan sekitar 50 pelaku UMKM binaan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Program ini difokuskan pada pelatihan desain kemasan pangan, branding produk, serta praktik langsung pembuatan desain menggunakan aplikasi desain grafis sederhana seperti Canva dan Pacdora.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya kemasan sebagai media komunikasi visual sekaligus strategi pemasaran produk.
Selain melindungi isi produk, kemasan dinilai memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai jual dan membangun identitas merek UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua Tim Pengabdian, Rony Herman menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan solusi nyata bagi pelaku UMKM yang selama ini masih menggunakan kemasan sederhana dan belum memenuhi standar label pangan yang baik.
“Kemasan bukan hanya pembungkus produk, tetapi juga menjadi identitas dan strategi promosi usaha. Melalui pendampingan ini kami berharap pelaku UMKM mampu menghasilkan desain kemasan yang lebih menarik, informatif, dan memiliki nilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Herman menambahkan, selain pemberian materi teori, peserta juga diberikan praktik langsung membuat pola kemasan, merakit box packaging berbahan karton, hingga mendesain label produk secara mandiri.
Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta yang mulai memahami pentingnya tampilan visual produk dalam mendukung pemasaran.
"Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan UMKM lokal di wilayah Kutai Kartanegara, khususnya dalam menghadapi peluang pasar yang semakin luas pasca pengembangan kawasan IKN Nusantara," jelas Herman.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan para pelaku UMKM di Kecamatan Kota Bangun dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas produknya, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
"Program pengabdian ini menghasilkan beberapa luaran berupa desain kemasan produk UMKM, dokumentasi video kegiatan, serta publikasi media massa sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat," harap Herwan.
Salah satu peserta pelatihan, Nurhayati, pelaku usaha makanan ringan di Kecamatan Kota Bangun, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu pelaku usaha kecil dalam mengembangkan produknya.
“Sebelumnya kami hanya memakai kemasan seadanya. Setelah mengikuti pelatihan ini kami jadi tahu bagaimana membuat desain kemasan yang lebih menarik dan sesuai aturan. Produk kami terlihat lebih profesional dan lebih percaya diri untuk dipasarkan,” ungkapnya.
“Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Sekarang saya lebih paham bagaimana membuat kemasan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar salah satu peserta, Nia, pemilik usaha jajanan lokal. (Kh///)
Editor : Almasrifah