KALTIMPOST.ID, SELANGOR – Semangat kolaborasi lintas negara terpancar dalam upacara pembukaan Global Exchange Malaysia (GEM) 2026 yang berlangsung khidmat di Universitas Selangor.
Acara bergengsi ini menjadi panggung bagi generasi muda ASEAN untuk bertukar ilmu dan memperluas jejaring profesional di tingkat global.
"Tahun ini, kebanggaan luar biasa datang dari Kota Samarinda. Sebanyak 8 mahasiswa Program Studi Administrasi Rumah Sakit (ARS) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mutiara Mahakam resmi menjadi delegasi Indonesia dalam program pertukaran pelajar internasional tersebut," ungkap Herni Johan, Ketua STIKES Mutiara Mahakam Samarinda.
Lebih lanjut, Herni menambahkan, poin utama partisipasi GEM 2026, delegasi tangguh 8 mahasiswa terpilih dari Prodi Administrasi Rumah Sakit (ARS), misi akademik mempelajari sistem manajemen kesehatan dan administrasi rumah sakit berstandar internasional di Malaysia, kolaborasi budaya, memperkenalkan identitas budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan bilateral antara instansi pendidikan kedua negara.
"Keikutsertaan mahasiswa STIKES Mutiara Mahakam dalam GEM 2026 bukan sekadar perjalanan akademik biasa. Berikut adalah beberapa nilai strategisnya, adanya peningkatan daya saing, mahasiswa ARS dituntut memahami standar pelayanan kesehatan global. Pengalaman di Malaysia akan memberikan perspektif baru mengenai hospital management yang lebih modern, akreditasi dan reputasi, kehadiran delegasi ini membuktikan bahwa STIKES Mutiara Mahakam Samarinda mampu bersaing dan diakui di level mancanegara, membangun relasi dengan praktisi kesehatan dari Universitas Malaysia akan membuka peluang karier dan riset kolaboratif di masa depan," sambung Herni.
Langkah ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa dari daerah dapat berbicara banyak di panggung internasional.
Bekal pengalaman dari GEM 2026 akan menjadi aset berharga bagi kemajuan administrasi kesehatan di Kalimantan Timur.
“Kini, kehadiran di GEM 2026 menjadi tonggak penting, pertama kalinya mahasiswa prodi ini tampil dan diakui di tingkat internasional, sekaligus membuktikan bahwa lulusan dari daerah pun mampu bersaing setara dengan institusi luar negeri,” terang Herni.
Pihak kampus berkomitmen terus mendorong lebih banyak mahasiswa berprestasi untuk tampil di forum serupa, guna memperkuat jaringan, meningkatkan kualitas akademik, dan menjadikan STIKES Mutiara Mahakam Samarinda sebagai pusat pendidikan kesehatan yang tidak hanya unggul di Kalimantan, namun juga dikenal di tingkat ASEAN dan dunia.
"Di akhir penyampaian, Herni Johan berpesan kepada mahasiswa yang berangkat ke Malaysia, ikuti dengan baik, jaga diri, nama baik almamater," pungkasnya. (Kh///)
Editor : Almasrifah