Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

  Revitalisasi Fasilitas Dorong Kenaikan Produksi Lapangan Handil

Ajie Chandra • Selasa, 12 Mei 2026 | 18:45 WIB
GENJOT PRODUKSI: Melalui berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM menunjukkan komitmen menjaga integritas aset, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional.
GENJOT PRODUKSI: Melalui berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM menunjukkan komitmen menjaga integritas aset, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional.

KUTAI KARTANEGARA — PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencatat peningkatan produksi minyak di Lapangan Handil, Kalimantan Timur, setelah menyelesaikan Program Handil Rejuvenation sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasi lapangan migas mature yang telah beroperasi lebih dari lima dekade.

Pasca pelaksanaan planned shutdown dan perawatan fasilitas produksi di Central Processing Area (CPA), produksi Lapangan Handil kembali beroperasi dengan capaian 15.020 barel minyak per hari (bopd). Angka tersebut meningkat sekitar lima persen dibandingkan sebelum penghentian operasi sementara dilakukan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, mengatakan peningkatan produksi tersebut didorong optimalisasi sistem proses dan compressor setelah program perawatan serta peningkatan keandalan fasilitas produksi selesai dijalankan.

“Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pelaksanaan perawatan fasilitas,” ujarnya.

Program Handil Rejuvenation menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memperpanjang usia operasi lapangan mature, meningkatkan keandalan aliran fluida, sekaligus menjaga produktivitas aset migas nasional secara berkelanjutan. Program ini juga dinilai sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional dan target swasembada energi pemerintah.

Sunaryanto menegaskan perusahaan terus menempatkan aspek keselamatan dan keamanan operasi sebagai prioritas utama, mengingat sektor hulu migas merupakan objek vital nasional.

“Melalui Program Handil Rejuvenation dan berbagai kegiatan peningkatan keandalan fasilitas produksi, PHM terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas aset, meningkatkan keselamatan operasi, serta mendukung keberlanjutan produksi migas dan ketahanan energi nasional,” katanya.

Program revitalisasi tersebut telah dipersiapkan sejak 2023 melalui koordinasi bersama SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi. Tahapannya mencakup detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, instalasi, hingga pekerjaan tie-in atau penyambungan akhir ke sistem existing yang berlangsung pada 8–19 April 2026.

Selain melakukan tie-in, PHM juga memanfaatkan periode penghentian operasi sementara untuk menjalankan berbagai program peningkatan integritas fasilitas produksi jangka panjang. Kegiatan tersebut mencakup perawatan empat compressor dan delapan vessel, inspeksi pipa menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI), hingga penyelesaian pekerjaan integritas fasilitas produksi lainnya.

Langkah tersebut dilakukan menyusul evaluasi terhadap kondisi fasilitas produksi di CPA Lapangan Handil yang telah memasuki fase mature, termasuk pada pipa utama berukuran 20 inci dan 16 inci. Hasil kajian menunjukkan perlunya modernisasi fasilitas guna memastikan operasional tetap memenuhi standar keselamatan dan keandalan industri migas.

Dalam program tersebut, PHM mengganti pipa utama CPA sepanjang 350 meter serta melakukan retrofit Distributed Control System (DCS) dan Fire & Gas (F&G) System. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap aspek kesehatan, keselamatan kerja, keamanan, dan lingkungan atau HSSE.

General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, mengatakan proyek full shutdown tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja selama 24 jam.

“Kegiatan full shutdown yang kompleks tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam, penerbitan 242 izin kerja, pelaksanaan 45 hot work naked flame atau NFL, dan total 241.176 jam kerja atau man hours,” ujar Setyo.

Menurut dia, seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan melalui pengawasan ketat, mulai dari sistem perizinan kerja, mitigasi risiko, hingga pengendalian aktivitas berisiko tinggi untuk menjaga keselamatan pekerja, fasilitas, dan lingkungan.

Melalui kolaborasi lintas fungsi dan implementasi HSSE yang ketat, seluruh pekerjaan tie-in dan rejuvenation berhasil diselesaikan tanpa recordable injury serta selesai satu hari lebih cepat dari target awal. Selain itu, realisasi kehilangan produksi juga tercatat lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya.

Sebagai operator Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur, PT Pertamina Hulu Mahakam terus mendorong penerapan inovasi dan teknologi untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional melalui operasi yang efisien, andal, dan ramah lingkungan. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Pertamina Hulu Mahakam (PHM) #Program Handil Rejuvenation #Sunaryanto #Setyo Sapto Edi