KUTAI TIMUR – PT Kutim Agro Mandiri (KAM) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan melalui program Pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA).
Program ini menyasar petani sawit di desa sekitar perusahaan yaitu Desa Sika Makmur, Desa Segoy Makmur, Desa Melan, dan Desa Lung Melah sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Program ini juga membuka kesempatan bagi petani dari wilayah lain untuk turut mengikuti pelatihan sebagai bagian dari upaya memperluas akses edukasi dan pendampingan agronomi bagi masyarakat.
General Manager PT Kutim Agro Mandiri, Heri Suhanta mengatakan, masih banyak petani sawit yang menghadapi kendala dalam menerapkan tata kelola perkebunan yang baik dan berkelanjutan. Minimnya akses terhadap pengetahuan agronomi menjadi salah satu faktor utama rendahnya produktivitas kebun masyarakat.
“Masih banyak petani yang menggunakan bibit tidak berkualitas, kurang tepat dalam pemupukan, hingga melakukan perawatan kebun secara seadanya sehingga hasil panen tidak optimal. Melalui PERKASA, kami ingin membantu meningkatkan kapasitas petani sekaligus mendorong praktik perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan sehingga dapat mendorong mereka bisa naik kelas dan harapannya taraf kehidupannya juga bisa meningkat,” jelas Heri Suhanta.
Pelatihan PERKASA disusun dengan metode pembelajaran yang mengombinasikan 40 persen teori dan 60 persen praktik lapangan selama tiga hari intensif. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep dasar agronomi, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan teknik budidaya yang tepat di kebun masing-masing.
Tak berhenti pada pelatihan, perusahaan juga melakukan monitoring dan pendampingan secara berkala pasca program. Langkah ini dilakukan untuk memastikan materi yang telah diberikan benar-benar diterapkan oleh para petani sehingga perubahan cara bertani dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, perusahaan turut membuka layanan konsultasi agronomi melalui WhatsApp di nomor 0811-2220-12210. Layanan ini dapat diakses tidak hanya oleh peserta pelatihan, tetapi juga masyarakat umum yang ingin memperoleh informasi mengenai praktik budidaya sawit yang baik.
Camat Long Mesangat Rapichin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen perusahaan dalam menjalankan program PERKASA secara berkelanjutan. Menurutnya, pendampingan dan monitoring yang dilakukan pascapelatihan menjadi nilai tambah penting karena membantu memastikan para petani dapat benar-benar menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh di lapangan.
“Program seperti ini sangat baik karena tidak berhenti di pelatihan saja, tetapi juga ada pendampingan dan pemantauan perkembangan petani setelahnya. Harapannya peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal sehingga pengetahuan dan keterampilan mereka terus meningkat. Dengan adanya monitoring secara berkala, progres para petani juga dapat terlihat secara nyata,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan, Darsiyah, petani sawit asal Desa Sikka Makmur, Long Mesangat, Kutai Timur mengakui banyak manfaat yang ia terima. Setelah mengikuti pelatihan PERKASA ia jadi mengetahui standar pengelolaan kebun sawit dari perusahaan untuk mendapatkan hasil panen yang optimal.
“Kalau di kampung satu hektar mungkin hanya menghasilkan satu ton TBS, dari pelatihan ini kami jadi paham soal bagaimana memilih bibit yang baik, bagaimana pemupukan dan penggunaan herbisida sehingga hasil panen bisa bagus. Semoga setelah mempraktikan hasil pelatihan hasil panen kami juga menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, PT Kutim Agro Mandiri juga membagikan buku TAP untuk Negeri: Berbagi Pengalaman untuk Bangsa yang memuat panduan dan standar prosedur agronomi perusahaan. Buku tersebut disusun dengan bahasa yang lebih sederhana agar mudah dipahami dan dapat menjadi referensi praktis bagi petani dalam mengelola kebun secara lebih efektif dan berkelanjutan. (*)
Editor : Ismet Rifani