Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sebagai Tim Pelopor Perlindungan Anak, Perempuan dan Dewasa Rentan dari Kekerasan, Wanita Katolik RI DPD Kaltim Sukses Gelar TOF Laskar Tanna

Khairul Anwar • Senin, 15 Juni 2026 | 14:27 WIB
TOF Laskar Tanna WKRI Kalimantan Timur di Keuskupan Agung Samarinda, 13–14 Juni 2026. (IST)
TOF Laskar Tanna WKRI Kalimantan Timur di Keuskupan Agung Samarinda, 13–14 Juni 2026. (IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Kalimantan Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Training of Facilitator (TOF) Laskar Tanna.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini digelar di lingkungan Keuskupan Agung Samarinda, menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan Katolik di Bumi Etam.

Kegiatan digelar selama dua hari, yaitu pada Sabtu (13/6) dan berakhir pada Minggu (14/6).

Program Laskar Tanna sendiri merupakan inisiatif strategis yang berfokus pada pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kepekaan sosial bagi para anggota WKRI.

Melalui pelatihan fasilitator (TOF) ini, para peserta dipersiapkan untuk menjadi penggerak utama yang mampu mendampingi, mengedukasi, dan menginspirasi komunitas di tingkat cabang hingga ranting.

Sinergi dan Antusiasme Peserta

Pengukuhan dan pengutusan Laskar Tanna menjadi puncak rangkaian TOF yang digelar DPD WKRI Kalimantan Timur di Keuskupan Agung Samarinda, Minggu (14/6/2026). (IST)
Pengukuhan dan pengutusan Laskar Tanna menjadi puncak rangkaian TOF yang digelar DPD WKRI Kalimantan Timur di Keuskupan Agung Samarinda, Minggu (14/6/2026). (IST)

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD WKRI Kalimantan Timur, perwakilan Dewan Pengurus Cabang (DPC) dari berbagai kabupaten/kota, serta para romo penasihat rohani Keuskupan Agung Samarinda.

Dalam hal ini, Ketua Presidium DPD WKRI Kalimantan Timur, Bernarda Teting, mengatakan bahwa Wanita Katolik RI adalah organisasi kemasyarakatan yang mandiri, bersifat sosial aktif, serta memiliki kekuatan moral dan kemampuan yang andal dalam menjalankan karya-karya pengabdian untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Semangat Perutusan dan Sikap Asih, Asah, Asuh merupakan landasan gerak seluruh jajaran Wanita Katolik RI dalam mewujudkan visi dan menjalankan misi serta menegakkan harkat dan martabat manusia.

LASKAR TANNA adalah SATUAN TUGAS Pencegahan dan Perlindungan Perempuan, Anak, dan Dewasa Rentan dari Kekerasan.

Tujuan pelatihan Laskar Tanna adalah meningkatkan kapasitas kader perempuan dalam menangani isu kekerasan berbasis gender dan membentuk tim khusus yang tangguh, responsif, dan berkelanjutan.

Pelatihan ini dapat terselenggara berkat kerja sama organisasi Wanita Katolik RI dengan Keuskupan Agung Samarinda serta komitmen calon Laskar Tanna di Samarinda dan sekitarnya.

Dalam kesempatan itu, Bernarda Teting juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang berkenan membimbing dan mengarahkan para calon Laskar Tanna.

Terima kasih kepada Uskup, Ps. Gun, dan Ps. Andre atas fasilitas kamar, aula, sistem suara, dan lain-lain sehingga acara pelatihan dapat terlaksana dengan baik.

Terima kasih kepada para peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Perlu kami sampaikan bahwa kegiatan ini ditanggung bersama oleh peserta, DPD, dan Keuskupan. Terima kasih pula kepada panitia dan pengurus DPD yang telah menyiapkan dan melaksanakan kegiatan ini.

Bernarda Teting berharap setelah pelatihan ini terbentuk Laskar Tanna di DPD, kota, dan kabupaten-kabupaten di wilayah Samarinda. Mari kita peduli dan berbelarasa kepada yang lemah dan terpinggirkan.

Sementara itu, Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat Wanita Katolik Republik Indonesia (DPP WKRI), Elly Kusumawati Handoko, juga menyampaikan sambutannya secara daring melalui Zoom.

Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan bahwa Wanita Katolik RI dapat mengembangkan kemampuan serta memberdayakan seluruh jajarannya guna meningkatkan kualitas pengabdian dalam masyarakat, menghimpun aspirasi dan mengaktualisasikan potensi anggota agar karya pengabdian terwujud secara optimal dan berkesinambungan, serta memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam seluruh dimensi kehidupan.

Selain itu, Elly Kusumawati Handoko juga memberikan penguatan agar anggota menjadi agen perubahan melalui upaya pencegahan, perlindungan, advokasi, penyelesaian persoalan diri sendiri, serta pendampingan kepada masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Elly memberikan penguatan dan semangat kepada Laskar Tanna agar melakukan aksi nyata terhadap realitas yang masih memprihatinkan, menjadi garda terdepan yang terlatih dan siap turun langsung ke masyarakat, menjaga keadilan sosial di wilayah kerja masing-masing, serta mewujudkan bahwa organisasi hadir sebagai pelaku perubahan.

Sementara itu, Uskup Agung, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF, juga mengatakan bahwa sebagai gembala utama di Keuskupan Agung Samarinda, dirinya memberikan berkat dan dukungan terhadap inisiatif DPD WKRI Kaltim. Kehadiran dan arahan dari Uskup Agung menegaskan bahwa WKRI memiliki peran strategis sebagai mitra sejajar hierarki Gereja dalam menjalankan misi kerasulan awam.

"WKRI diharapkan terus menjadi garam dan terang di tengah masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur. Melalui pelatihan Laskar Tanna ini, para wanita Katolik diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa dampak positif," ungkapnya.

Dengan suksesnya acara ini, DPD WKRI Kaltim siap mengutus para fasilitator baru untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat demi kemajuan Gereja dan tanah air tercinta.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut diakhiri dengan Ekaristi Pengukuhan dan Pengutusan oleh Bapa Uskup dan para konselebran, dilanjutkan dengan foto bersama serta ramah tamah. (Kh///)

Editor : Almasrifah
#Training of Facilitator #TOF Laskar Tanna #Wanita Katolik Republik Indonesia