BALIKPAPAN– Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) digital di Indonesia terus mendapat dukungan dari sektor industri. Telkomsel meresmikan Telkomsel Digital Learning Space (TDLS) di Fakultas Sains dan Teknologi Informasi (FSTI) Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, Senin (15/6), sebagai bagian dari strategi mempererat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan talenta yang siap menghadapi kebutuhan ekonomi digital.
Peresmian TDLS menjadi langkah konkret Telkomsel dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus memperkuat sinergi kampus dan industri di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kerja digital di berbagai sektor.
Acara tersebut dihadiri General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan Eureka Meliala, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK Khakim Ghozali, serta Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Informasi ITK Adi Mahmud Jaya Marindra.
TDLS dirancang sebagai ruang belajar kolaboratif yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk kegiatan akademik, diskusi, pengembangan ide, hingga peningkatan keterampilan digital. Fasilitas yang tersedia mencakup laptop, smart TV, rak buku, ruang penyimpanan, serta area belajar yang didukung konektivitas internet melalui layanan Telkomsel Orbit.
Tidak hanya menyediakan infrastruktur fisik, Telkomsel juga membuka akses mahasiswa terhadap Kuncie, platform teknologi pendidikan (edutech) yang berfokus pada pengembangan kompetensi profesional dan kewirausahaan. Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pembelajaran digital, kelas bersertifikat, pelatihan karier, digital marketing, manajemen keuangan, hingga sesi mentoring bersama praktisi industri.
General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel Region Kalimantan, Eureka Meliala, mengatakan pengembangan talenta digital menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi ekonomi nasional.
"Kami meyakini talenta muda Indonesia, termasuk mahasiswa di Kalimantan, memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak transformasi digital bangsa. Melalui TDLS, kami menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya menyediakan fasilitas fisik dan konektivitas, tetapi juga akses terhadap pembelajaran berkualitas melalui platform Kuncie," ujarnya.
Menurut Eureka, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem talenta digital yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
Sebelum peresmian TDLS, Telkomsel dan ITK juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar kerja sama strategis di bidang pendidikan, peningkatan kapasitas talenta digital, serta pengembangan berbagai program kolaboratif bagi sivitas akademika.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum ITK, Khakim Ghozali, menilai kemitraan antara perguruan tinggi dan dunia usaha semakin krusial untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan dan kebutuhan pasar kerja.
"Kemitraan antara dunia pendidikan dan industri merupakan kebutuhan yang semakin penting dalam mempersiapkan lulusan yang relevan dengan tantangan zaman. Kami mengapresiasi dukungan Telkomsel melalui kehadiran TDLS dan akses terhadap platform pembelajaran Kuncie," katanya.
Rangkaian kegiatan juga diisi seminar edukasi bertajuk "Navigate Digital Careers Beyond Campus" yang membahas tantangan kesenjangan talenta digital (digital talent gap) dan peluang karier di era transformasi teknologi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai kompetensi masa depan yang dibutuhkan industri, strategi pengembangan keterampilan teknis maupun nonteknis, serta pentingnya budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning).
Inisiatif ini mencerminkan semakin kuatnya keterlibatan sektor swasta dalam mendukung pengembangan SDM digital nasional. Di tengah percepatan transformasi digital dan meningkatnya permintaan tenaga kerja berbasis teknologi, kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dinilai menjadi salah satu kunci untuk menciptakan talenta yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
Melalui program TDLS, Telkomsel berharap dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda Kalimantan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas akses pembelajaran digital, serta memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif. (*)
Editor : Ismet Rifani