BALIKPAPAN- Dalam upaya mendukung produktivitas pertanian dan mengurangi dampak penggunaan pestisida kimia, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) melaksanakan kegiatan inovasi sosial melalui perancangan dan penerapan alat LumiTRAP UV untuk pengendalian hama serangga pada tanaman cabai di Kebun Sumber Berkah RT 37, Kelurahan Batu Ampar.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa bersama mitra kebun setempat sebagai solusi terhadap tingginya intensitas serangan hama yang mengganggu pertumbuhan dan hasil panen tanaman cabai, khususnya pada sore hingga malam hari.
Tim ITK yang terdiri dari dosen pembimbing Fulkha Tajri M SPd MSn dan Ir. Riyan Benny Sukmara ST, MT, bersinergi dengan Kelompok Tani Kebun Sumber Berkah yang diketuai oleh Sukirno. Mahasiswa ITK yang terlibat, yaitu Juwita Permata Sari, Albarthina Novirna, Leni Pratiwi, Ratna Dia Paramita, Alwan Akmal Larik, Ariel Athaillah Kheristiawan, Zaky Ramadhani Setyo Albukhari, dan Kurnia Sari, turut mendukung proses perancangan, pembuatan, serta penerapan alat LumiTRAP UV.
Fulkha Tajri menjelaskan bahwa permasalahan utama yang dihadapi Kelompok Tani Kebun Sumber Berkah adalah tingginya serangan hama serangga pada tanaman cabai, terutama pada sore hingga malam hari.
“Serangan hama menyebabkan kerusakan pada daun, bunga, hingga buah sehingga menghambat pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan hasil panen,” jelasnya.
Selama ini sebut Fulkha, pengendalian hama masih dilakukan menggunakan pestisida kimia yang memerlukan penggunaan berulang serta berisiko memberikan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan pekerja kebun.
Sebagai langkah penyelesaian, tim ITK menerapkan teknologi tepat guna berupa LumiTRAP UV, yaitu alat pengendali hama berbasis cahaya ultraviolet yang ramah lingkungan. “Alat ini dirancang menggunakan panel surya sebagai sumber energi listrik, sehingga dapat beroperasi tanpa bergantung pada listrik konvensional dan lebih efisien untuk digunakan di area perkebunan,”terangnya.
Kegiatan ini meliputi proses perancangan, pemasangan, hingga edukasi mengenai cara penggunaan dan pemeliharaan alat agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Pada kegiatan yang sama, petani juga berpartisipasi dalam proses pemasangan dan uji coba alat LumiTRAP UV di area tanaman cabai. Alat ini digunakan untuk menarik dan menjebak serangga hama yang aktif pada sore hingga malam hari melalui cahaya ultraviolet. Dengan dukungan energi dari panel surya, alat dapat beroperasi secara mandiri dan menjadi alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan serta membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia.
Fulkha menerangkan untuk pelaksanaan kegiatan inovasi sosial saat ini berfokus pada penerapan teknologi tepat guna sebagai solusi pengendalian hama serangga pada tanaman cabai.
Ke depannya, pihaknya akan mengembangkan inovasi serupa yang diharapkan dapat terus dilakukan guna meningkatkan efektivitas budidaya, menjaga kualitas hasil panen, serta mendukung sistem pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kebun Sumber Berkah, Sukirno berharap penerapan alat LumiTRAP UV dapat membantu mengurangi serangan hama pada tanaman cabai serta mengurangi penggunaan pestisida kimia.
“Kami harapkan juga inovasi ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung pertanian yang lebih efektif dan ramah lingkungan,” harap Sukirno. (*)
Editor : Ismet Rifani