BALIKPAPAN- Langkah strategis kembali diambil oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam mendukung perkembangan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui BRI Branch Office Balikpapan Sudirman komitmen ini diwujudkan dengan penandatanganan kerja sama (MoU) bersama Universitas Mulia pada Senin (29/6) lalu.
Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi menyepakati pengembangan berbagai program yang menghubungkan proses pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Ruang lingkup kolaborasi meliputi program pemagangan mahasiswa, rekrutmen tenaga kerja, penyebaran informasi lowongan kerja, pengembangan layanan Career Development Center (CDC), hingga peluang kolaborasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam penandatanganan yang dipusatkan di White Campus Universitas Mulia itu, hadir Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia Wahyu Nur Alimyaningtias, serta jajaran BRI Branch Office Balikpapan Sudirman yang diwakili Manager Operasional Yosep Isnanto, dan Supervisor Penunjang Operasional Mellya Pradhita Amanda.
Branch Office Head BRI Balikpapan, Sudadi melalui Yosep Isnanto mengungkapkan bahwa melalui kolaborasi tersebut BRI dan Universitas Mulia berkomitmen membuka berbagai peluang kerja sama. Mulai dari proses rekrutmen, pengenalan dunia kerja, hingga pengembangan kompetensi mahasiswa dan alumni. “Tujuannya agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang,” jelasnya.
Dia juga mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong lahirnya talenta-talenta muda yang berkualitas, khususnya putra-putri daerah.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja. Karena itu, sinergi antara kampus dan industri perlu terus diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Dirinya juga berharap mahasiswa dan alumni Universitas Mulia dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pengalaman, dan peluang karir di industri perbankan.
“BRI juga berkomitmen mendukung pengembangan talenta lokal sebagai bagian dari pembangunan SDM yang unggul dan berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Universitas Mulia, Wahyu Nur Alimyaningtias, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut lahir dari kebutuhan perguruan tinggi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan dinamika dunia usaha dan dunia industri.
“Perguruan tinggi saat ini menghadapi tantangan untuk memastikan lulusan tidak hanya memiliki keunggulan akademik, tetapi juga kompetensi, pengalaman, dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Melalui kerja sama ini, Universitas Mulia ingin membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan alumni terhadap berbagai peluang pengembangan karier,” ujarnya.
Menurut Wahyu, implementasi kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan MoU. Tahap berikutnya akan diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang menjadi dasar pelaksanaan berbagai program operasional.
Sejumlah agenda yang diprioritaskan antara lain program pemagangan mahasiswa di unit kerja BRI, pelaksanaan campus hiring dan walk-in interview, penyebaran informasi lowongan kerja, kolaborasi proses rekrutmen melalui Career Development Center Universitas Mulia, hingga penyelenggaraan sosialisasi dunia kerja, edukasi karier, dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Rangkaian program tersebut dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sejak masih menjalani studi. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Selain mahasiswa dan alumni sebagai penerima manfaat utama, kerja sama ini juga membuka ruang kolaborasi bagi dosen dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, pelatihan, maupun pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang lebih kompetitif, adaptif, dan siap memberikan kontribusi profesional di berbagai sektor. Pada saat yang sama, masyarakat juga memperoleh manfaat melalui hadirnya sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan daya saing lebih baik,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani