KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Upaya mengenalkan energi terbarukan kepada generasi muda terus dilakukan melalui pembelajaran inovatif berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Salah satunya dilakukan melalui proyek pembuatan panel surya sederhana oleh siswa SMA Katolik WR Soepratman No. 020 Samarinda.
Menariknya, proyek ini tidak hanya menggabungkan mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika, tetapi juga melibatkan kegiatan kunjungan belajar ke BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap data cuaca dan potensi energi matahari di Kalimantan Timur.
Kunjungan ini merupakan bagian yang terintegrasi dengan program kurikulum, yaitu outing class.
Hengky Ternando Kere, S.Pd., yang merupakan salah satu guru pembimbing, menjelaskan bahwa Samarinda memiliki potensi besar dalam pengembangan energi surya karena berada di wilayah yang dilalui garis khatulistiwa dengan intensitas penyinaran matahari yang tinggi sepanjang tahun.
“Melalui proyek ini, siswa belajar bahwa energi matahari bukan hanya teori di kelas, tetapi benar-benar bisa dimanfaatkan menjadi solusi energi ramah lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: Live In Angkatan VI SMA Katolik WR Soepratman 020 Samarinda
Hengky menambahkan, outing class ke BMKG menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
Di sana, siswa mempelajari alat-alat meteorologi, pengukuran radiasi matahari, suhu udara, kelembapan, hingga pengaruh awan terhadap energi surya, serta mengetahui fungsi dan cara kerja BMKG.
Lebih lanjut, Hengky menambahkan bahwa dalam kunjungan ini siswa dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok outdoor dan indoor.
Kelompok outdoor mempelajari alat-alat yang digunakan oleh pihak BMKG, sedangkan kelompok indoor mempelajari tugas dan kinerja BMKG Kota Samarinda.
“Selain melakukan observasi, siswa juga aktif berdiskusi dan mewawancarai petugas BMKG mengenai perubahan iklim, potensi energi surya di Samarinda, serta dampak cuaca terhadap lingkungan Kalimantan Timur,” tutur Hengky.
Pembelajaran berbasis proyek seperti ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta kreativitas siswa.
Baca Juga: Tim Tari VNYX dari SMA Katolik SF Assisi Samarinda Juarai Dance Competition AXIS Nation Cup 2025
Selain itu, proyek ini juga memperkenalkan pentingnya energi hijau kepada generasi muda sejak dini.
“Dengan memanfaatkan isu lokal dan kondisi geografis Samarinda, proyek rumah mini panel surya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan tantangan masa depan, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan kebutuhan energi berkelanjutan,” pungkasnya. (Kh///)
Editor : Almasrifah