KALTIMPOST.ID, Program studi (Prodi) Pendidikan dan Ekonomi kampus IKIP PGRI Kaltim melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PMP).
Program melalui dana hibah pemberdayaan masyarakat pemula (PMP) dari Kementrian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tersebut bertajuk “Pelatihan Digitalisasi Pemasaran melalui Media Sosial UMKM Bebek Pinggir Sawah Betapus” berlangsung Sabtu (18/7).
Ketua PKM Pelatihan digitalisasi, Dr Umi Fitria menjelaskan program pelatihan ini wujud komitmen institusi pendidikan tinggi dalam menjalankan salah satu tri dharma perguruan tinggi yakni membantu UMKM lokal meningkatkan penjualan melalui strategi pemasaran berbasis digital yang efektif.
“Kami dari IKIP PGRI Kaltim memilih objek pelatihan di UMKM Bebek Pinggir Sawah. Kita berikan pelatihan kepada karyawan di sini agar lebih baik dalam memasarkan produk mereka melalui platform digital,” ucapnya.
Baca Juga: Hadiri Final Piala Dunia, Donald Trump Disambut dengan Cemoohan Suporter, Pengamanan Diperketat
Dikatakannya, untuk bantuan tidak sekadar pelatihan, nantinya ada bantuan berupa barang dari program pengabdian masyarakat ini.
Yang penting pelatihan yang dilakukan selama sehari ini dapat diserap dengan baik agar diimpelentasikan nantinya.
Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan realisasi dari program PKM dengan skema PMP.
Adapun ruang lingkup kegiatan difokuskan pada peningkatan literasi digital, penguatan tata kelola usaha, dan implementasi teknologi pemasaran berbasis internet bagi sektor usaha mikro.
Selain itu, program strategis ini berhasil diselenggarakan berkat dukungan tahun pendanaan 2026 dari Direktorat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Melalui sinergi ini, akademisi IKIP PGRI Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan usaha dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM di Kaltim.
Pihaknya berharap, dengan adanya pelatihan digitalisasi dapat mengangkat rumah makan Bebek Pinggir Sawah lebih dikenal dan penghasilan UMKM lebih naik lagi.
Dan untuk pemasaran lewat digital lebih mahir lagi. Mengingat warung makan ini baru buka, kurang lebih hampir setahun.
“Jadi pas saja kalau kita bantu naikan level UMKM melalui pelatihan digital,” imbuhnya.
Sementara itu, pemateri pelatihan digitalisasi, Siti Akmalia mengaku sudah memberikan berbagai materi kepada peserta pelatihan karyawan Bebek Pinggir Sawah.
“Jadi saya menyampaikan beberapa materi gimana caranya mempromosikan UMKM ini. Saya juga memberikan julukan rumah makan Bebek Pinggir Sawah sebagai The Ubud of Samarinda. Saya memberikan nama tidak asal julukan semata. Karena pertama melihat susasananya sangat indah mirip seperti di Bali,” ungkapnya.
Lewat julukan tersebut, dapat memberikan daya tarik pengunjung untuk datang. “Harapannya jangan sampai konsumen datang ke sini hanya ingin tahu saja. Tapi kualitas pelayanannya wajib ditingkatkan agar pengunjung ingin datang kembali ke sini,” ujarnya.
Namun, harus diperhatikan empat syarat penting. Yakni produk, pelayanan, tempat, dan promosi.
Kendati demikian, setelah pelatihan ini, diharapkan pengelola Bebek Pinggir Sawah dapat meningkatkan keterampilan pemasaran digital mereka secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan UMKM mereka.
Editor : Hernawati