Grand City Samarinda Perkuat Ekspansi Sinar Mas Land di Kawasan Penyangga IKN  

Ismet Rifani • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:47 WIB

 

EKSPANSI: Pembangunan Grand City Samarinda respons terhadap meningkatnya kebutuhan hunian terpadu di pusat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.
EKSPANSI: Pembangunan Grand City Samarinda respons terhadap meningkatnya kebutuhan hunian terpadu di pusat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

SAMARINDA – Sinar Mas Land memperkuat ekspansi bisnis properti di Kalimantan Timur dengan menghadirkan Grand City Samarinda, township pertama perusahaan di Kota Tepian.

Pengembangan kawasan seluas 70 hektare tersebut menjadi langkah strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus memenuhi kebutuhan hunian modern yang terus meningkat.

CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, mengatakan pembangunan Grand City Samarinda merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan hunian terpadu di pusat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur.

"Meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta masih terbatasnya kawasan hunian berskala besar menjadi peluang bagi kami menghadirkan township yang tidak hanya nyaman dihuni, tetapi juga memiliki nilai investasi jangka panjang," ujarnya.

Pada tahap pertama, perusahaan akan membangun 374 unit rumah melalui Klaster Seine dengan harga mulai Rp900 jutaan hingga Rp2,9 miliar. Hunian tersebut terdiri atas empat pilihan tipe, yakni Catherine dengan luas bangunan 51 meter persegi, Oliver 71 meter persegi, Isabelle 115 meter persegi, dan Lauren 138 meter persegi.

Sales & Promotion Kalimantan & Sulawesi Department Head Sinar Mas Land, Budi Widiyanto, menjelaskan Klaster Seine mengusung konsep arsitektur classic modern yang memadukan desain elegan dengan efisiensi ruang. Seluruh rumah dirancang menggunakan bukaan jendela berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sehingga menghadirkan hunian yang lebih nyaman sekaligus hemat energi.

"Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi juga memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi penghuni. Konsep hunian ini juga didukung lingkungan hijau yang menjadi salah satu kekuatan utama Grand City Samarinda," katanya.

Konsep kawasan mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan melalui keberadaan tiga danau alami yang dipertahankan sebagai area resapan air sekaligus ruang rekreasi. Danau tersebut akan dipercantik dan dikembangkan menjadi destinasi rekreasi air yang dilengkapi jogging track, gazebo, mini amphitheater, hingga ruang terbuka publik.

Selain itu, kawasan juga dilengkapi clubhouse, kolam renang, pusat kebugaran, lapangan tenis, dan sistem keamanan 24 jam.

Dari sisi infrastruktur, Grand City Samarinda berada di koridor strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan ini memiliki boulevard utama selebar 23 meter dengan enam lajur yang dirancang untuk mendukung mobilitas penghuni sekaligus aktivitas ekonomi. Dalam pengembangannya, akses kawasan juga akan diperkuat melalui penambahan jalan tembus menuju gerbang baru di kawasan Kilometer 8 sehingga nantinya Grand City Samarinda akan memiliki tiga akses masuk.

Lokasi township juga berdekatan dengan berbagai fasilitas publik, seperti RS Mulya Medika, Bigmall Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda, serta akses jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Budi juga mengatakan pengalaman mengembangkan Grand City Balikpapan sejak 2014 menjadi bekal penting dalam menghadirkan township baru di Samarinda. Hingga kini, Grand City Balikpapan yang dibangun di atas lahan sekitar 256 hektare telah berkembang dengan lebih dari 25 klaster dan sekitar 6.000 unit hunian.

"Antusiasme masyarakat terhadap konsep township di Balikpapan sangat tinggi. Saat ini sekitar 2.500 unit telah terjual dan sekitar 1.600 unit telah dihuni. Hal itu menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap kawasan hunian terpadu terus meningkat," ujarnya.

Menurut Budi, nilai investasi properti di kawasan tersebut juga terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Saat Grand City Balikpapan pertama kali diluncurkan pada 2014, harga rumah tipe awal berada di kisaran Rp675 juta, sementara saat ini nilai properti berkembang signifikan mengikuti pertumbuhan kawasan dan pembangunan infrastruktur.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, Sinar Mas Land juga tengah menyelesaikan kawasan komersial 7Avenue Biztown yang ditargetkan mulai diserahterimakan pada Desember mendatang.

Perusahaan juga telah menyerahkan lahan kepada Pemerintah Kota Balikpapan untuk pembangunan fasilitas pendidikan terpadu mulai dari PAUD hingga SMP sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan.

Untuk mendukung daya beli masyarakat, Sinar Mas Land menjalin kerja sama dengan sejumlah perbankan melalui berbagai skema pembiayaan, termasuk tenor kredit yang lebih panjang, cicilan mulai sekitar Rp5–6 juta per bulan, subsidi biaya KPR, hingga pemanfaatan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang nilainya dapat mencapai sekitar Rp220 juta bagi produk yang memenuhi ketentuan pemerintah.

Grand City Samarinda ditargetkan lauching Oktober 2026, sementara marketing gallery ditargetkan mulai beroperasi pada November 2026. Dalam jangka panjang, pengembangan kawasan ini akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari masterplan yang lebih luas untuk mendukung pertumbuhan Samarinda sebagai salah satu pusat ekonomi baru di wilayah penyangga IKN. (aji/ms)

Editor : Ismet Rifani
grand city samarinda Franky Najoan IKN sinar mas land