Bukan Sekadar Proyektor, Epson Hadirkan Ekosistem Smart Classroom untuk Sekolah Indonesia

Agus Prayitno • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 12:56 WIB
Epson Indonesia memperkenalkan ekosistem Smart Classroom yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), proyektor interaktif, dan teknologi visual untuk mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)
Epson Indonesia memperkenalkan ekosistem Smart Classroom yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), proyektor interaktif, dan teknologi visual untuk mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia. (Foto: Ilustrasi AI)

KALTIMPOST, Yogyakarta – Smart Classroom Indonesia kini tidak lagi sekadar menghadirkan proyektor di ruang kelas. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta serta Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) DIY, Epson Indonesia memperkenalkan ekosistem pembelajaran digital yang mengintegrasikan teknologi visual, Artificial Intelligence (AI), hingga perangkat pendukung administrasi sekolah.

Ekosistem tersebut diperkenalkan dalam seminar bertajuk "Membangun Kelas Digital Melalui Integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Teknologi Interaktif" di Yogyakarta, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi Smart Classroom di berbagai sekolah di Indonesia.

Seminar diikuti kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan dari berbagai wilayah di Yogyakarta. Para peserta diajak memahami bagaimana teknologi digital mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, menarik, dan berpusat pada peserta didik.

Plt Kepala Balai Tekkomdik DIY, Drs. Raden Suci Rahmadi, mengatakan transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga: Diskominfo Kutai Barat Gelar Sosialisasi Keamanan Siber, Bekali Pelajar Tangkal Judol dan Pinjol Ilegal

Berbeda dengan anggapan bahwa digitalisasi sekolah hanya membutuhkan perangkat proyektor, Epson justru menawarkan konsep Smart Classroom yang jauh lebih menyeluruh. Perusahaan menghadirkan teknologi visual yang dirancang agar seluruh siswa dapat melihat materi dengan jelas, berpartisipasi aktif, dan memperoleh pengalaman belajar yang setara.

Head of Corporate & Government Sales PT Epson Indonesia, Zanipar S.A. Siadari, mengatakan Smart Classroom bukan sekadar menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Menurutnya, tujuan utama teknologi adalah menciptakan proses belajar yang lebih inklusif dan berkualitas.

"Bagi Epson, Smart Classroom bukan sekadar menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu menciptakan pengalaman belajar yang setara, di mana setiap siswa dapat melihat materi dengan jelas, berpartisipasi secara aktif, dan memahami pembelajaran dengan lebih baik," ujar Zanipar.

Baca Juga: Illustro NXT: Pilihan Ideal untuk Aktivitas Outdoor yang Ekstrem dan Dinamis

Untuk mewujudkan konsep tersebut, Epson menghadirkan beragam solusi pembelajaran digital. Salah satunya adalah proyektor layar besar yang memungkinkan materi terlihat jelas dari seluruh sudut kelas sehingga guru tidak perlu lagi bergantung pada papan tulis konvensional.

Perusahaan juga memperkenalkan Epson Educart, sebuah solusi yang memudahkan mobilitas perangkat pembelajaran antar kelas. Kehadiran perangkat ini membuat sekolah dapat memanfaatkan teknologi secara lebih fleksibel tanpa harus memasang perangkat permanen di setiap ruang belajar.

Inovasi lainnya adalah proyektor interaktif Ultra Short Throw yang memungkinkan guru maupun siswa menulis langsung pada layar menggunakan pena digital atau sentuhan jari. Teknologi ini menciptakan pembelajaran yang lebih kolaboratif karena siswa dapat terlibat langsung saat proses belajar berlangsung.

Epson juga menghadirkan demonstrasi langsung berbagai perangkat Smart Classroom selama seminar berlangsung. Para peserta dapat melihat bagaimana teknologi visual membantu meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

Tak hanya membahas perangkat pembelajaran, seminar juga mengangkat pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan. Oki Pambudi, S.Pd., M.Pd., Fungsional PTP Balai Tekkomdik Disdikpora DIY, menjelaskan bahwa AI harus dimanfaatkan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab tanpa mengurangi peran guru sebagai pengarah utama proses belajar mengajar.

Sebagai bagian dari ekosistem Smart Classroom, Epson memperkenalkan proyektor 3LCD seri EB-E600 dan EB-X600 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 53 persen. Perangkat ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan sekolah di Indonesia sekaligus mendukung penggunaan produk dalam negeri.

Baca Juga: Resmi! Ekraf Kini Punya 21 Subsektor, Termasuk AI hingga Konten Kreator

Selain itu, Epson menghadirkan proyektor EB-W56S Short Throw untuk ruang kelas, proyektor interaktif laser EB-770Fi, printer EcoTank A4 dan A3, scanner dokumen seri ES-C330, ES-C320W, ES-C380W, hingga proyektor laser EB-PU2220B berkecerahan 20.000 lumen yang ditujukan bagi auditorium dan ruang pertemuan berkapasitas besar.

Rangkaian produk tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi sekolah tidak hanya menyasar proses belajar di kelas. Administrasi sekolah, digitalisasi arsip, hingga kebutuhan presentasi berskala besar juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan modern.

Melalui kolaborasi bersama Balai Tekkomdik DIY, Epson berharap semakin banyak sekolah mampu mengadopsi teknologi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing. Perusahaan meyakini sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri akan menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pendidikan digital sekaligus mewujudkan ekosistem Smart School Indonesia.

Editor : Agus Prayitno
Smart Classroom Indonesia teknologi visual dinas pendidikan proyektor Printer Epson