Taman Budaya Sosialisasi Transformasi Tata Kelola dan Program Kerja dengan Libatkan Seniman, Tokoh Budaya, hingga Mitra Komunitas

Khairul Anwar • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:06 WIB


MOMEN: Peserta sosialisasi mengabadikan momen kebersamaan dengan semangat berbudaya. (IST)

 
MOMEN: Peserta sosialisasi mengabadikan momen kebersamaan dengan semangat berbudaya. (IST)  

 

SAMARINDA - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Disdikbud Kaltim sukses melaksanakan sosialisasi transformasi tata kelola dan program kerja yang akan dijalankan, Kamis (23/7). Kegiatan ini menjadi momentum mempertemukan para pemangku kebijakan, akademisi, dan seniman lintas generasi.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Universitas Mulawarman (Unmul), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim, para seniman, serta berbagai komunitas seni di Kaltim.

Baca Juga: Tak Hanya Imbauan, Pemkab Kutim Siapkan Identifikasi dan Pendekatan Terkait Fenomena LGBTQ

Melalui forum ini dibahas arah program strategis 2026-2027. Termasuk inovasi Program Gema Budaya, kolaborasi lintas sektor, hingga solusi atas tantangan tata kelola dan pendanaan di tengah efisiensi anggaran.

"Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi, memperkuat sinergi, serta memperbaiki sistem pengelolaan kelembagaan agar lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan dunia seni dan budaya," kata Erna Rawaty, kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kaltim.

Baca Juga: Profesi Content Creator hingga Voice Over Segera Masuk KBLI, Kemen Ekraf Siapkan Metodologi

Erna menjelaskan, UPTD Taman Budaya Kaltim berkomitmen menjadi wadah yang lebih inklusif. Mendukung kreativitas seniman lokal, serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Dalam forum diskusi yang berlangsung hangat, para peserta diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan aspirasi, masukan, serta harapan mereka terhadap program-program yang akan dilaksanakan.

"Partisipasi aktif dari para seniman dan tokoh budaya menjadi kunci utama agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar permasalahan dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan seni dan budaya di Kalimantan Timur," terang Erna.

Erna juga menegaskan, sosialisasi tersebut bertujuan membangun kesamaan persepsi mengenai arah kebijakan baru UPTD Taman Budaya Kaltim. Ini sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan pelaku seni budaya dalam menyusun program yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat budaya.

"Taman Budaya harus menjadi rumah bersama bagi seluruh seniman. Melalui transformasi ini kami ingin membangun sistem yang lebih terbuka, profesional, dan mampu memberikan ruang kreativitas bagi semua pelaku budaya di Kalimantan Timur," kata Erna.

Baca Juga: Tak Cukup Ijazah, DPRD Dorong Pencari Kerja Bekali Diri dengan Keterampilan

Dalam forum tersebut, para peserta diberikan pemaparan mengenai arah pengembangan program UPTD Taman Budaya, mulai dari peningkatan kualitas penyelenggaraan event seni, pembinaan komunitas budaya, pengembangan talenta, digitalisasi layanan, hingga penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

BERSINERGI: Sosialisasi transformasi tata kelola dan program melibatkan seniman dan tokoh budaya, serta instansi terkait. (IST)  
BERSINERGI: Sosialisasi transformasi tata kelola dan program melibatkan seniman dan tokoh budaya, serta instansi terkait. (IST)  

 

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para seniman dan tokoh budaya menyampaikan berbagai masukan, mulai dari pentingnya pemerataan program hingga kabupaten dan kota, peningkatan fasilitas berkesenian, pembinaan generasi muda, hingga perlunya ruang ekspresi yang lebih luas bagi pelaku seni tradisi maupun seni kontemporer.

UPTD Taman Budaya Kaltim menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program kerja ke depan. Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan ekosistem seni dan budaya di daerah.

Baca Juga: Diskominfo Kutai Barat Gelar Sosialisasi Keamanan Siber, Bekali Pelajar Tangkal Judol dan Pinjol Ilegal

Melalui transformasi tata kelola ini, UPTD Taman Budaya Kaltim diharapkan mampu menjadi pusat kreativitas, inovasi, sekaligus  mampu menjaga nilai-nilai tradisi tanpa meninggalkan perkembangan zaman.

Diharapkan terbangun kemitraan yang kokoh dan kolaboratif antara lembaga pengelola kebudayaan dengan para pelaku seni, sehingga warisan budaya Kaltim dapat terus lestari, berkembang, dan dikenal hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berterima kasih atas seluruh masukan, keluh kesah, serta komitmen luar biasa dari rekan-rekan seniman dan budayawan. Mari terus berkolaborasi, menghidupkan kembali pementasan rutin, dan memajukan marwah seni budaya di Bumi Etam,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah, komunitas seni, akademisi, dan masyarakat dalam memajukan kebudayaan Kaltim sebagai identitas daerah sekaligus bagian dari kekayaan budaya nasional. (adv)

Editor : Sukri Sikki
Disdikbud Kaltim UPTD Taman Budaya Tokoh sosialisasi seniman