BPBD dan KPB Bekali Warga Sekitar Kilang Balikpapan Tanggap Bencana

Maria Irham • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:36 WIB
PADAMKAN API: Anggota BPBD Balikpapan memberikan pelatihan cara memadamkan api dengan APAR serta fire blanket kepada warga di Kecamatan Balikpapan Barat. 
PADAMKAN API: Anggota BPBD Balikpapan memberikan pelatihan cara memadamkan api dengan APAR serta fire blanket kepada warga di Kecamatan Balikpapan Barat. 

BALIKPAPAN- Keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri menjadi perhatian bersama. Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) menggelar pelatihan mitigasi bencana dan penanggulangan kebakaran bagi warga di wilayah sekitar kilang.

Pelatihan yang digelar di Kecamatan Balikpapan Barat pada Selasa, 21 Juli lalu itu diikuti perwakilan masyarakat dari sejumlah kelurahan yang berada di kawasan ring satu operasional kilang.

Selain mendapatkan pembekalan teori, peserta juga mempraktikkan cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam meminimalkan risiko saat keadaan darurat terjadi. Karena itu, pengetahuan mengenai langkah penyelamatan diri dan penanganan awal perlu terus diperbarui.

"Seiring perkembangan Kilang Pertamina Balikpapan, masyarakat perlu mendapatkan informasi terbaru terkait prosedur keselamatan. Harapannya, jika terjadi keadaan darurat, warga bisa memahami situasi dan mengambil langkah yang tepat sebelum petugas tiba," ujarnya.

Menurutnya, edukasi tersebut tidak hanya membahas potensi keadaan darurat di kawasan industri, tetapi juga menyentuh persoalan yang kerap terjadi di lingkungan permukiman, seperti kebakaran akibat korsleting listrik, kompor, maupun tabung gas.

Melalui simulasi penggunaan APAR, peserta dilatih agar mampu mengendalikan api dalam skala kecil sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan.

Empat kelurahan yang berada di sekitar kawasan kilang, yakni Baru Tengah, Baru Ilir, Margasari, dan Baru Ulu, menjadi prioritas dalam kegiatan tersebut.

Camat Balikpapan Barat, Erwin, menilai masyarakat yang tinggal berdekatan dengan kawasan industri harus memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap potensi bencana.

"Karena Balikpapan Barat berada dekat dengan kawasan kilang, masyarakat harus semakin waspada, mulai dari penggunaan instalasi listrik hingga menghindari kebiasaan membakar sampah sembarangan," katanya.

Ia berharap para peserta, khususnya ketua RT, dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada warga di lingkungannya sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami prosedur keselamatan.

Sementara itu, VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat.

Selain membahas jalur evakuasi dan pengenalan potensi risiko, peserta juga diberi ruang berdiskusi mengenai berbagai skenario penanganan keadaan darurat.

"Kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih sigap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat. Selain penyampaian materi, peserta juga dapat berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait penanganan bencana," ujarnya. Secara keseluruhan, program edukasi ini melibatkan 266 peserta, terdiri atas 172 orang di Balikpapan Barat dan 94 orang di Balikpapan Kota. BPBD dan PT KPB berharap pelatihan serupa dapat terus dilakukan untuk memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) pelatihan mitigasi bencana Asep Sulaeman Usman Ali bpbd balikpapan