BALIKPAPAN- Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak lagi dipandang sekadar sebagai rangkaian kegiatan akademik yang berakhir ketika masa penempatan selesai. Bagi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Mulia sekaligus Ketua Program Studi Akuntansi, Eko Edy Susanto, keberhasilan KKN justru ditentukan oleh sejauh mana mahasiswa mampu memahami kondisi masyarakat sebelum menyusun program kerja.
Menurut Eko, pelaksanaan KKN Universitas Mulia Tahun 2026 telah dirancang menggunakan pendekatan berbasis data. Mahasiswa tidak hanya diminta menjalankan kegiatan pengabdian, tetapi terlebih dahulu mengumpulkan informasi mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat melalui sejumlah instrumen survei.
“Program KKN tahun ini diarahkan berbasis data melalui survei kesejahteraan masyarakat dan kualitas lingkungan, survei potensi dan digitalisasi UMKM, serta survei digitalisasi administrasi dan pelayanan publik. Data tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengenali masalah yang sebenarnya sehingga program kerja tidak disusun berdasarkan asumsi, melainkan sesuai kebutuhan dan potensi wilayah,” jelasnya.
Ia berharap pendekatan tersebut menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir, mulai dari basis data, rekomendasi pengembangan wilayah, produk inovasi, hingga peluang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah setempat, dan Universitas Mulia.
Sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Eko menempatkan proses identifikasi masalah sebagai tahap yang tidak dapat dilewati. Sebelum menetapkan program kerja, mahasiswa diarahkan melakukan observasi, berdialog dengan masyarakat, serta berkoordinasi dengan perangkat wilayah agar memahami karakteristik dan kebutuhan lingkungan tempat mereka bertugas.
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam menentukan program prioritas yang diselaraskan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya, pemilihan program seharusnya didasarkan pada relevansi terhadap persoalan di lapangan, bukan sekadar mengikuti tema yang sedang populer.
Pendekatan yang sama diterapkan dalam pembagian tugas di setiap kelompok. Mahasiswa didorong berkontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing sehingga setiap kompetensi dapat dimanfaatkan secara optimal. Mahasiswa bidang teknologi diarahkan mendukung digitalisasi dan pengembangan sistem informasi, mahasiswa ekonomi dan bisnis mendampingi UMKM, pemasaran, serta pencatatan keuangan, sedangkan mahasiswa dari disiplin ilmu lain berperan dalam edukasi maupun pemberdayaan masyarakat.
Untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, DPL melakukan pemantauan berkala melalui logbook, evaluasi rutin, kualitas data survei, hingga capaian luaran yang dihasilkan. Setiap kelompok juga ditargetkan menghimpun sedikitnya 30 data survei yang valid sebagai dasar penyusunan rekomendasi program.
Selain pelaksanaan program, Eko menilai dokumentasi akademik memiliki fungsi yang sama pentingnya. Logbook, publikasi kegiatan, dan laporan akhir bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan instrumen yang mencatat proses, mengukur perkembangan, serta mendokumentasikan hasil pengabdian.
“Melalui logbook, mahasiswa belajar disiplin, mengatur waktu, membagi tanggung jawab, mencatat kendala, dan mengevaluasi kemajuan program. Bagi DPL, logbook menjadi sarana untuk memastikan setiap kegiatan benar-benar terlaksana sesuai rencana,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa publikasi kegiatan membuka ruang bagi masyarakat untuk mengetahui manfaat program yang telah dijalankan sekaligus menjadi media berbagi praktik baik. Sementara itu, laporan akhir menjadi dokumen akademik yang menghubungkan perencanaan, pelaksanaan, hasil, evaluasi, hingga rekomendasi pengembangan program pada masa mendatang.
Menutup pesannya, Eko mengingatkan agar mahasiswa memandang KKN sebagai ruang belajar bersama masyarakat. Ia menilai keberhasilan pengabdian tidak diukur dari banyaknya agenda yang dilaksanakan, melainkan dari kemampuan mahasiswa memahami persoalan, membangun kepercayaan, serta menyusun program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Jangan datang dengan merasa paling mengetahui kebutuhan masyarakat karena keberhasilan program justru dimulai dari kemampuan memahami kondisi dan menghargai pengetahuan masyarakat setempat,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh peserta KKN menjaga profesionalisme, etika, dan nama baik Universitas Mulia selama berada di lokasi pengabdian. Menurutnya, sikap menghormati masyarakat, menjaga kerahasiaan data, serta bekerja secara kolaboratif akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa, baik selama menjalankan KKN maupun ketika memasuki dunia profesional.(*)
Editor : Ismet Rifani