KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Kalimantan Timur bekerja sama dengan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda menyelenggarakan pelatihan kesiapsiagaan bencana sekaligus pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Kegiatan ini bertujuan membangun kemampuan cepat tanggap dan keterampilan menyelamatkan nyawa bagi peserta, baik dari kalangan tenaga perawat maupun staf hotel.
Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda ini menghadirkan para narasumber kompeten dari jajaran Bapena DPW PPNI Kaltim.
Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis potensi bencana yang kerap mengancam wilayah Kaltim, cara menyusun langkah evakuasi yang aman, pembentukan tim penolong lapangan, hingga praktik langsung teknik pertolongan pertama, pemulihan pernapasan, penanganan luka, serta stabilisasi korban sebelum ditangani tim medis profesional.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalimantan Timur, Ismansyah, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bagus dan dapat memberikan pengetahuan, bukan hanya teori, tetapi juga praktik secara langsung yang diberikan oleh para narasumber.
“Peserta mendapatkan berbagai materi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana, langkah-langkah penanganan kondisi darurat, hingga teknik dasar pertolongan pertama dan Bantuan Hidup Dasar,” ujar Ismansyah.
Lebih lanjut, Ismansyah mengatakan pelatihan BHD menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Peserta diberikan pemahaman mengenai langkah awal yang harus dilakukan ketika menemukan seseorang dalam kondisi tidak sadar atau mengalami kegawatdaruratan, termasuk pentingnya melakukan pertolongan secara cepat dan tepat sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan staf dan karyawan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda sehingga mampu memberikan respons awal yang tepat apabila terjadi keadaan darurat di lingkungan hotel,” tutur Ismansyah.
Kolaborasi antara Bapena DPW PPNI Kaltim dan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.
Ketua Bapena DPW PPNI Kaltim, Iskandar, menyampaikan bahwa peran tenaga kesehatan dan masyarakat di lingkungan kerja seperti hotel sangat krusial pada jam pertama kejadian bencana.
“Detik awal penanganan menentukan keselamatan korban. Kami ingin ilmu tidak hanya dimiliki perawat, tetapi juga mitra usaha seperti Swiss-Belhotel yang melayani banyak tamu setiap harinya, sehingga bisa menjadi garda terdepan saat keadaan darurat terjadi,” ujarnya.
Kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor perhotelan yang memiliki potensi menghadapi berbagai situasi darurat.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat menjadi langkah awal dalam menyelamatkan nyawa sebelum tenaga medis atau tim penyelamat tiba di lokasi. Kecepatan dan ketepatan tindakan awal sangat menentukan keselamatan korban," kata Iskandar.
Melalui sinergi antara Bapena DPW PPNI Kalimantan Timur dan Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, diharapkan lahir sumber daya manusia yang lebih tanggap, sigap, dan mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan benar dalam situasi darurat.
Kolaborasi ini juga menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan kerja serta meningkatkan keselamatan masyarakat secara luas.
Sementara itu, manajemen Executive Assistant Manager Irin Meiriza Lestari Swiss-Belhotel Borneo Samarinda menyambut baik kolaborasi ini. Dijelaskan bahwa kenyamanan harus dibarengi jaminan keamanan tamu dan seluruh karyawan.
“Kami berkomitmen membangun lingkungan menginap yang aman. Melalui pelatihan ini, setiap staf dibekali kemampuan dasar menolong sehingga siap bertindak cepat dan tepat saat ada keadaan darurat di lingkungan hotel,” ungkapnya.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana sehingga tenaga kesehatan semakin siap memberikan respons yang cepat, tepat, dan profesional ketika menghadapi kondisi kedaruratan.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan antusias. Peserta tekun mengikuti penjelasan serta berlatih bergantian menggunakan alat pelatihan.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga terlatih, memperkuat jaringan penanggulangan bencana di Samarinda, serta membangun budaya waspada dan peduli keselamatan bersama di Kalimantan Timur. (kh)
Editor : Almasrifah