KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-81 kemerdekaan Republik Indonesia, 684 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Kaltim dan Kaltara mendapat remisi. Pemberian remisi menjadi salah satu bentuk penghargaan atas perilaku baik dan kepatuhan WBP selama mengikuti proses pembinaan di Lapas.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda Yohanis Varianto, menyampaikan bahwa remisi merupakan bagian dari pemenuhan hak warga binaan sekaligus instrumen dalam sistem pemasyarakatan untuk mendorong perubahan perilaku.
"Pemberian remisi kepada narapidana merupakan perwujudan dari pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia sebagai salah satu sarana hukum yang penting dalam rangka mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan," kata Yohanis membacakan sambutan Dirjen Pemasyarakatan.
Remisi diberikan kepada narapidana yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif, di antaranya berkelakuan baik, aktif mengikuti program pembinaan serta menunjukkan penurunan tingkat risiko.
Perinciannya, Untuk lapas Kelas IIA Samarinda memberikan remisi umum I kepada 669 narapidana dan remisi umum II kepada 15 narapidana. Dengan demikian, total penerima remisi di Lapas Samarinda mencapai 684 orang.
Melalui momentum ini, Lapas Kelas IIA Samarinda terus berkomitmen melaksanakan pembinaan secara optimal dan memberikan hak-hak warga binaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memberikan apresiasi atas pemberian remisi bagi warga binaan yang dinilai telah memenuhi persyaratan.
"Perhatian negara kepada seluruh warga binaan, anak lapas, anak binaan yang mendapatkan hari ini adalah remisi. Tentunya kami sangat memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemenkumham yang selalu konsisten dan komitmen untuk memberikan remisi kepada seluruh warga binaan," kata Rudy.
Menurut Rudy, remisi menjadi salah satu bentuk penghargaan bagi warga binaan yang telah menjalani pembinaan. Dia berharap para warga binaan yang bebas dapat memperbaiki diri dan kembali produktif di tengah masyarakat.
"Inilah kelebihannya Indonesia merdeka, mereka juga merdeka dan mudah-mudahan mereka tidak kembali lagi ke sini," pungkasnya.
Editor : Rendy Fauzan