BALIKPAPAN- Merah Putih dikibarkan di Plaza Seremoni Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (17/8) dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Rektor Universitas Mulia (UM), Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., menjadi salah satu peserta yang mengikuti upacara tersebut.
Upacara yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” berlangsung di kawasan inti pusat pemerintahan Nusantara. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, bertindak sebagai inspektur upacara.
Bagi Dr. Agung, mengikuti upacara kemerdekaan di IKN memberi arti tersendiri. Ia melihat peringatan 17 Agustus di Nusantara bukan hanya sebagai seremoni kenegaraan, tetapi sebagai kesempatan bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk ikut merasakan langsung babak baru perjalanan pembangunan Indonesia.
“Atas nama civitas akademika Universitas Mulia, kami menyambut dengan penuh khidmat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipusatkan di Ibu Kota Nusantara. Tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’ menjadi cermin arah pembangunan bangsa yang tidak hanya berpindah pusat pemerintahan, tetapi juga berpindah semangat,” ujar Dr. Agung.
Ia melanjutkan, keberadaan IKN di Kalimantan Timur membuat peringatan kemerdekaan tahun ini memiliki kedekatan yang berbeda bagi masyarakat di daerah.
“Bagi kami di Kalimantan Timur, upacara di IKN adalah bukti nyata bahwa kemerdekaan harus diisi dengan kerja kolektif membangun masa depan Indonesia dari jantung Borneo,” katanya.
Kehadiran Rektor UM dalam upacara tersebut melanjutkan rangkaian keterlibatan UM dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di IKN. Pada Sabtu (15/8/2026), Dr. Agung bersama sejumlah tokoh dan unsur perguruan tinggi mengikuti penanaman 1.708 bibit pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kolam Retensi DAS Sanggai, Nusantara.
Kegiatan bertema “Merdeka Bersama Alam” itu merupakan bagian dari agenda Otorita IKN dan diarahkan untuk mendukung konsep Forest City. Penanaman tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemecahan rekor MURI kategori penanaman bibit pohon terbanyak di taman kota.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agung sebelumnya menyampaikan bahwa keterlibatan UM dalam penanaman pohon bukan sekadar kehadiran dalam sebuah agenda. Menurutnya, perguruan tinggi perlu mengambil bagian dalam persoalan yang berkaitan langsung dengan perkembangan IKN, termasuk keberlanjutan lingkungan.
Rangkaian kunjungan di IKN kemudian dilanjutkan dengan kunjungan tim UM ke Istana Wakil Presiden yang mulai dibuka untuk umum pada 15 Agustus 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda Rektor dan rombongan selama berada di kawasan Nusantara.
Dua kegiatan tersebut memberi warna berbeda dalam rangkaian HUT ke-81 RI yang diikuti UM: menanam pohon pada 15 Agustus dan mengikuti upacara kemerdekaan dua hari kemudian.
Bagi Agung, keduanya bertemu pada satu hal yang sama, yakni bagaimana kemerdekaan diterjemahkan ke dalam pekerjaan yang dapat dilakukan hari ini.
“Pembangunan bukan hanya tentang teknologi, gedung, dan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga bumi sebagai tempat kehidupan. Karena itu, generasi muda harus memiliki kesadaran bahwa setiap tindakan kecil, termasuk menanam dan merawat satu pohon, merupakan bagian dari tanggung jawab besar terhadap masa depan,” ujar Dr. Agung.
Bagi Universitas Mulia, kehadiran Rektor di Plaza Seremoni IKN pada 17 Agustus menjadi bagian dari catatan keterlibatan kampus dalam rangkaian peringatan kemerdekaan di Nusantara—bersama berbagai unsur yang hadir menyaksikan langsung upacara HUT ke-81 RI dari Kalimantan Timur. (*)
Editor : Ismet Rifani