KALTIMPOST.ID, SAMARINDA –Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim), perlu diwaspadai masyarakat.
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kabut asap juga dapat menurunkan jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengguna sepeda motor. Melihat kondisi tersebut, Astra Motor Kalimantan Timur 2 melalui instruktur safety riding mengimbau pengendara roda dua untuk tetap menerapkan teknik berkendara yang aman melalui kampanye #Cari_Aman.
Baca Juga: LAPSUS: 936 Hektare Hutan di Kaltim Terbakar, Anggota DPR Hetifah Ingatkan Ancaman Belum Berakhir
Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalimantan Timur 2, Derexius Julio Korompis, mengatakan kabut asap yang menyelimuti sejumlah ruas jalan dapat mengganggu jarak pandang pengendara. “Warga Samarinda dan sekitarnya perlu memperhatikan teknik berkendara yang baik dan benar untuk mengantisipasi kondisi jalan raya yang terdampak kepungan asap,” ujarnya.
Menurut dia, semakin tebal asap, semakin terbatas pula jarak pandang pengendara. Kondisi tersebut juga membuat penggunaan lampu kendaraan harus diperhatikan agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Untuk meningkatkan keselamatan, Astra Motor membagikan sembilan tips #Cari_Aman yang dapat diterapkan pengendara sepeda motor saat menghadapi kondisi berkabut atau berasap.
Baca Juga: Uji Core Drill Titik Acak Ungkap Fakta Lapangan proyek Preservasi Jalan Nasional di Kutai Barat
Pertama, gunakan perlengkapan berkendara secara lengkap. Pengendara dianjurkan mengenakan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Kedua, rencanakan rute perjalanan. Pengendara sebaiknya memeriksa rute yang akan dilalui sebelum berangkat, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Informasi mengenai kondisi jalan dan wilayah yang terdampak asap dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan rute.
Ketiga, nyalakan lampu depan. Lampu utama sepeda motor perlu dinyalakan untuk membantu meningkatkan visibilitas. Namun, pengendara tidak disarankan menggunakan lampu jauh karena dapat mengganggu pandangan pengendara lain ketika terkena pantulan asap.
Baca Juga: Diskes Balikpapan Catat Ribuan Kasus ISPA dan Flu Selama Kemarau, Warga Diimbau Pakai Masker
Keempat, jaga jarak aman. Pengendara perlu memberikan ruang yang cukup dengan kendaraan di depannya untuk mengantisipasi pengereman mendadak. Penggunaan sistem pengereman seperti Combi Brake System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS) juga dapat membantu meningkatkan keselamatan berkendara.
Kelima, kurangi kecepatan. Asap dan kabut dapat mengurangi kemampuan pengendara melihat permukaan jalan maupun kendaraan di sekitar. Karena itu, pengendara dianjurkan melaju dengan kecepatan rendah dan konstan, sekitar 20–40 kilometer per jam, serta menyesuaikannya dengan kondisi jalan. Keenam, pastikan sepeda motor dalam kondisi prima. Sebelum berkendara, periksa spion, ban, rantai, sistem pengereman, kelistrikan, serta fungsi gas. Kondisi kendaraan yang baik dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Baca Juga: Diskes Balikpapan Catat Ribuan Kasus ISPA dan Flu Selama Kemarau, Warga Diimbau Pakai Masker
Ketujuh, pastikan kondisi fisik fit. Pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh tidak prima atau masih dalam masa pemulihan setelah sakit. Kedelapan, jaga konsentrasi. Kondisi jalan yang dipenuhi asap membutuhkan perhatian lebih. Pengendara harus tetap fokus dan menghindari aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian selama berkendara.
Kesembilan, gunakan masker. Masker diperlukan untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan asap dan debu selama perjalanan. “Jangan lupa menerapkan sembilan tips #Cari_Aman tersebut, terutama bagi masyarakat yang tetap beraktivitas ketika lingkungan dipadati kabut asap,” tutup Derexius. (*)
Editor : Dwi Restu ASumber : Kaltim Post