BALIKPAPAN — Gelak tawa dan semangat kebersamaan mewarnai selasar Pasar Klandasan, Balikpapan Kota pada Sabtu (22/8). Dalam rangka memeriahkan momen Agustusan, rangkaian HUT Ke-81 Republik Indonesia.
Pengurus dan pedagang pasar menggelar berbagai perlombaan unik yang melibatkan seluruh elemen pasar, pedagang Blok A hingga D, hingga petugas parkir.
Suasana riuh tampak saat para peserta mengikuti deretan lomba tradisional yang mengocok perut, seperti balap karung, memasukkan terong ke dalam galon, mengalirkan air melalui corong, hingga lari balon.
Tak hanya hiburan fisik, ajang kemerdekaan ini juga menghadirkan kompetisi modern, yakni lomba transaksi menggunakan QRIS BRI terbanyak yang telah berlangsung sejak 18 hingga 22 Agustus.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Haemusri Umar, menyambut hangat kolaborasi antarelemen di Pasar Klandasan tersebut. Menurutnya, momentum peringatan Hari Kemerdekaan menjadi ajang yang tepat untuk melepaskan penat dari rutinitas pelayanan harian sekaligus mempererat sinergi.
"Hari ini merupakan kolaborasi pedagang Pasar Klandasan dengan teman-teman dari manajemen BRI untuk menggagas semarak kemerdekaan. Ini wujud kecintaan kami dalam mengisi kegiatan di tengah rutinitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Haemusri.
Ia menambahkan momen ini menjadi wadah memperkuat gotong royong dan kekompakan internal, baik antara pengurus, pedagang, UPT Pasar, maupun pihak perbankan. "Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi besar BRI yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Harapannya, sinergi ini terus terbangun sehingga memberikan dampak positif bagi aktivitas pedagang di Pasar Klandasan," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, Purwanto, menjelaskan peringatan 17 Agustus sudah menjadi agenda tahunan yang berkesinambungan di Pasar Klandasan. Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas, keamanan, serta tali silaturahmi antarpenjual dan pengelola pasar.
Purwanto menegaskan, dalam kondisi pasar yang tengah dinamis, pihak pengurus berkomitmen untuk tidak membebani para pedagang dari segi pendanaan. Seluruh anggaran kegiatan didukung penuh melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan kemitraan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI).
"Semua anggaran ini murni disupport oleh BRI, pedagang tidak dipungut biaya serupiah pun. Memang ada beberapa pedagang yang memberikan doorprize kecil-kecilan secara sukarela, tetapi itu sifatnya partisipasi opsional," jelas Purwanto.
Di samping perlombaan yang menghibur, terselip pula misi edukasi keuangan digital. Lomba transaksi QRIS BRI digelar untuk membiasakan masyarakat dan pedagang bertransaksi secara nontunai.
Kompetisi QRIS ini terbagi menjadi dua kategori utama, yakni nilai transaksi nominal terbesar dan frekuensi transaksi terbanyak sepanjang periode 18–22 Agustus, dengan hadiah masing-masing Rp500 ribu untuk pemenang utama.
"Tujuannya sekaligus mengedukasi masyarakat untuk beralih ke transaksi nontunai. Saat ini, mayoritas pedagang di sini, sekitar 60 hingga 70 persen sudah menggunakan layanan BRI," terangnya.
Dengan total lebih dari 200 pedagang dan hampir 300 kios di Pasar Klandasan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Tidak hanya pedagang antarblok yang memadati lokasi, para juru parkir pun turut dirangkul untuk memeriahkan pesta rakyat di pasar tradisional terbesar di Balikpapan tersebut. (*)
Editor : Ismet Rifani