BALIKPAPAN- Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulia Balikpapan di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan sosial, tetapi menghasilkan sejumlah produk dan program yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, 20 mahasiswa mengembangkan program di bidang digitalisasi UMKM, promosi potensi wisata, pengelolaan lingkungan, edukasi masyarakat, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kegiatan yang berlangsung sejak 27 Juli hingga 23 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa yang terbagi dalam dua tim dan berada di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Universitas Mulia, Muhamad Eko Wahyu Umaryadi. Program dipusatkan di wilayah RT 10, 11, 12, dan 13 Kelurahan Graha Indah.
Salah satu capaian yang dikembangkan mahasiswa adalah pendampingan digitalisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak tujuh pelaku UMKM di RT 10 memperoleh pendampingan untuk memperkuat identitas dan keberadaan usaha mereka di ruang digital.
Pendampingan mencakup pembuatan desain banner, penyusunan daftar menu dan harga, hingga pengenalan serta pengelolaan Google Business Profile. Langkah tersebut diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya memiliki produk, tetapi juga lebih mudah ditemukan masyarakat melalui kanal digital.
“Program ini kami arahkan pada kebutuhan yang benar-benar ditemui mahasiswa selama berada di lapangan. Digitalisasi UMKM menjadi salah satu bentuk pendampingan yang dapat dilanjutkan oleh pelaku usaha setelah program KKN selesai,” kata DPL Universitas Mulia, Muhamad Eko Wahyu Umaryadi.
Potensi lingkungan di Graha Indah juga menjadi perhatian mahasiswa. Kawasan Mangrove Center Graha Indah dikembangkan sebagai salah satu objek yang diperkenalkan melalui media digital.
Mahasiswa membangun website Mangrove Center Graha Indah sebagai pusat informasi dan sarana promosi kawasan ekowisata tersebut. Kehadiran platform digital ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperkenalkan potensi mangrove kepada khalayak yang lebih luas sekaligus menjadi media informasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Pengembangan website menjadi salah satu contoh luaran KKN yang dapat tetap dimanfaatkan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Pada bidang lingkungan, mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan barang bekas melalui pembuatan alat biopori dari galon bekas. Program tersebut menjadi bagian dari edukasi sederhana mengenai pengelolaan lingkungan yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.
Mahasiswa juga memberikan pelatihan pembuatan tas dari limbah plastik kepada 15 anggota PKK RT 10 dengan narasumber Ibu Sanatan. Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah menjadi barang yang dapat digunakan kembali.
Ketua RT 10, Ibu Ira, turut memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperkenalkan mahasiswa dapat menjadi pengetahuan praktis bagi warga sekaligus membantu mengurangi penggunaan dan pembuangan limbah rumah tangga.
Program KKN juga menyentuh aspek keselamatan masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi risiko kebakaran, banjir, dan keberadaan satwa liar di sekitar kawasan mangrove.
Mahasiswa bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan dalam pelaksanaan simulasi evakuasi kebakaran. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Di RT 11, 12, dan 13, mahasiswa memasang tiga papan indikator ketinggian air atau water level serta tiga papan peringatan bahaya buaya. Sementara itu, dua papan penanda titik kumpul evakuasi dipasang di lokasi strategis di RT 10.
Pemasangan fasilitas informasi tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan permukiman.
Lurah Graha Indah, Muhammad Arif Rahman, menyampaikan bahwa sejumlah program yang dikembangkan mahasiswa memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan rencana pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
Menurut Arif, program digitalisasi UMKM, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian yang relevan dengan arah pengembangan Kelurahan Graha Indah ke depan.
“Program yang dibawa mahasiswa memiliki keterkaitan dengan target pemberdayaan kami. Digitalisasi UMKM dan pengelolaan sampah merupakan kebutuhan yang masih dapat dikembangkan, sehingga apa yang sudah dimulai melalui KKN ini dapat menjadi langkah awal untuk program yang lebih berkelanjutan,” ujar Arif.
Ia juga berharap pengalaman dan program yang telah dibangun mahasiswa dapat diteruskan sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Graha Indah, Muhammad Miftakhul Khoir, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah pelaksanaan KKN merespons positif kehadiran mahasiswa. Menurutnya, beberapa program yang telah berjalan masih memiliki ruang untuk dikembangkan bersama masyarakat.
DPL Universitas Mulia Muhamad Eko Wahyu Umaryadi menilai pelaksanaan KKN di Graha Indah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus belajar memahami persoalan masyarakat secara langsung.
“Yang penting dari KKN bukan hanya kegiatan yang terlaksana, tetapi bagaimana mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun solusi, dan meninggalkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke kampus,” ujarnya.
Selain menjalankan program pemberdayaan, mahasiswa KKN Universitas Mulia turut berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain jalan sehat, senam bersama, pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan asam urat, serta pengundian doorprize. (*)
Editor : Ismet Rifani