Bersaing dan Mendongkrak Penjualan, Ini yang Dilakukan POLNES untuk UMKM di Sengkotek 

Dwi Restu A • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 07:57 WIB
BERI MANFAAT: Tim dosen dan mahasiswa POLNES bersama peserta mengabadikan momen usai pelatihan desain kemasan bagi pelaku UMKM di Kelurahan Sengkotek.
BERI MANFAAT: Tim dosen dan mahasiswa POLNES bersama peserta mengabadikan momen usai pelatihan desain kemasan bagi pelaku UMKM di Kelurahan Sengkotek.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) terus mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya melalui pelatihan desain kemasan bagi pelaku UMKM di Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan Jurusan Desain melalui Program Studi Desain Produk Kayu dan Serat POLNES di Balai Kelurahan Sengkotek, Kamis (27/8/2026). Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program Kemitraan Masyarakat dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan kualitas kemasan sebagai strategi memperkuat daya tarik dan nilai jual produk.

Baca Juga: Karhutla Samarinda Tembus 227 Hektare, 90 Persen Diduga Ulah Manusia

Kegiatan dilaksanakan tim dosen yang terdiri atas Rony H., Dwi Cahyadi, Andi Farid, dan Darius Shyafary, dengan melibatkan sejumlah mahasiswa. Sebanyak 20 peserta yang merupakan perwakilan pelaku UMKM di Kelurahan Sengkotek mengikuti pelatihan tersebut.

Kegiatan dibuka Sekretaris Lurah Sengkotek Mira Raharja yang mewakili Lurah Sengkotek May Fadly. Dia berharap kerja sama antara POLNES dan Pemerintah Kelurahan Sengkotek tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, melainkan berkembang menjadi program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. “Kerja sama itu diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung peningkatan kapasitas dan perekonomian pelaku UMKM di Kelurahan Sengkotek,” ujarnya.

Baca Juga: Karhutla dan Kebijakan Hijau yang Setengah Jadi

Menurut dia, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha. Terutama untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat tampilan kemasan, dan memperluas daya tarik produk di pasaran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Rony H. mengatakan, kemasan saat ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pembungkus atau pelindung produk. Dalam perkembangan pasar yang semakin kompetitif, kemasan memiliki peran penting sebagai identitas produk, media komunikasi merek, sarana promosi, hingga salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan konsumen.

“Peningkatan kualitas kemasan merupakan bagian dari upaya memperkuat branding dan citra produk UMKM. Produk yang memiliki kualitas baik perlu didukung kemasan yang mampu menyampaikan kualitas tersebut kepada konsumen,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai aspek dasar dalam merancang kemasan. Mulai dari penguatan identitas merek, pemilihan bentuk dan material, komposisi visual, penggunaan warna dan tipografi, informasi produk, hingga aspek fungsi dan kemudahan penggunaan.

Baca Juga: Kasus ISPA Samarinda Melonjak 22 Persen, Wali Kota Andi Harun Minta Warga Pakai Masker

Rony berharap pemahaman tersebut dapat membantu pelaku UMKM merancang kemasan yang lebih menarik, profesional, dan mudah dikenali konsumen. Selain materi pelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengembangan produk, terutama berkaitan dengan tampilan kemasan dan penguatan identitas merek.

Dengan demikian, desain tidak hanya dipandang sebagai unsur estetika, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengembangan produk dan pemasaran. “Bagi POLNES, kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi sekaligus upaya menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap kemitraan antara POLNES dan Kelurahan Sengkotek dapat terus berkembang melalui berbagai program pendampingan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelatihan desain kemasan tersebut diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tampilan produk dan strategi pemasaran UMKM.

Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kelurahan diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM yang kreatif, inovatif, dan semakin berdaya saing. (*)

Editor : Dwi Restu A
Sengkotek pelatihan Polnes Samarinda umkm