SAMARINDA – Sebanyak 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, mengikuti kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan dengan dukungan dari P3M Politeknik Negeri Samarinda (POLNES), melalui Tim Jurusan Desain, Program Studi Desain Produk Kayu dan Serat, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan bersama Kelurahan Sengkotek sebagai mitra pengabdian tersebut mengusung tema “Peningkatan Desain untuk Pemasaran Produk melalui Digital bagi UMKM di Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ilir.”
Bertempat di Balai Kelurahan Sengkotek, kegiatan ini berfokus pada pemberian wawasan dan keterampilan praktis kepada pelaku UMKM dalam memanfaatkan desain untuk mendukung pengenalan dan pemasaran produk melalui media digital.
Kegiatan dilakukan oleh Dwi Cahyadi selaku ketua pelaksana, bersama anggota tim Rony H., Darius Shyafary, dan Andi Farid H., serta didukung oleh beberapa mahasiswa dari Program Studi Desain Produk Kayu dan Serat, Jurusan Desain.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Lurah Sengkotek, Mira Raharja, S.Hut.
Dalam sambutannya, Mira menyampaikan pesan dan harapan dari Lurah Sengkotek agar kerja sama antara POLNES dan Kelurahan Sengkotek dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi terjalinnya kerja sama dan pelaksanaan kegiatan lanjutan yang dapat mendukung pengembangan UMKM di Kelurahan Sengkotek.
Baca Juga: Polnes Dampingi Pelaku UMKM Kota Bangun Tingkatkan Daya Saing Produk melalui Desain Kemasan
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya desain dalam mendukung pemasaran produk di era digital saat ini.
Desain tidak hanya berperan dalam memperkuat tampilan produk, tetapi juga menjadi sarana untuk menyampaikan identitas, karakter, dan informasi produk kepada konsumen.
Dengan pemanfaatan desain yang tepat, produk diharapkan lebih mudah dikenali dan memiliki daya tarik ketika dipromosikan melalui media digital.
Pembahasan kemudian diarahkan pada bagaimana produk dapat memiliki tampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pemasaran.
Peserta diperkenalkan pada berbagai unsur yang dapat diperhatikan dalam mengembangkan desain, mulai dari penggunaan elemen visual, penyusunan informasi, warna, bentuk, identitas produk, hingga kesesuaian tampilan dengan karakter produk yang ditawarkan.
Materi yang diberikan juga memperkenalkan peserta pada pengembangan desain yang dapat disesuaikan dengan produk yang telah mereka miliki.
Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengetahuan praktis mengenai penerapan desain untuk kebutuhan usaha mereka masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat mulai memanfaatkan desain secara lebih terarah ketika memperkenalkan produknya melalui media digital.
Tampilan yang lebih terorganisasi dan memiliki identitas diharapkan dapat membantu produk lebih mudah dikenali serta memberikan kesan yang lebih baik kepada konsumen.
Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi dan diskusi antara pelaku UMKM di lingkungan Kelurahan Sengkotek dan tim dosen POLNES.
Baca Juga: Pengabdian Teknik Elektro POLNES di SMK Muhammadiyah 3 Samarinda
Para peserta dapat menyampaikan kondisi dan kebutuhan usaha mereka, sedangkan tim memberikan masukan berdasarkan perspektif keilmuan desain.
Pendekatan tersebut membuat materi yang diberikan dapat dikaitkan dengan kondisi nyata yang dihadapi pelaku usaha.
Bagi POLNES, kegiatan ini merupakan bentuk penerapan ilmu desain yang diberikan kepada masyarakat sekaligus bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
Keterlibatan mahasiswa juga menjadi bagian dari proses pembelajaran melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan penyelesaian persoalan nyata yang berkembang di lingkungan UMKM saat ini.
Kerja sama yang terjalin antara POLNES dan Kelurahan Sengkotek diharapkan dapat berlanjut pada program-program berikutnya.
Dengan adanya hubungan yang berkesinambungan, pengembangan kemampuan desain dan pemanfaatan media digital dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Melalui penguatan desain yang diarahkan pada kebutuhan pemasaran digital, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah bagi UMKM Sengkotek untuk mengembangkan cara yang lebih efektif dalam memperkenalkan produk mereka kepada konsumen. (*)
Editor : Almasrifah