KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Untuk keempat kalinya, dan setiap tahunnya secara khusus, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) kembali menorehkan prestasi akademik dengan mengukuhkan seorang guru besar.
Adapun guru besar yang dikukuhkan adalah Prof. Dr. Ir. Ruspita Sihombing, S.T., M.T., IPM, pada 3 September 2026 di aula gedung kampus Polnes.
Dalam pencapaian gelar guru besar tersebut, Prof. Dr. Ir. Ruspita Sihombing memiliki ranting ilmu/kepakaran Rekayasa Mesin, dengan judul orasi ilmiah: “Transformasi Ilmu Pengetahuan Melalui Rekayasa Mesin untuk Ketahanan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Baca Juga: POLNES Tingkatkan Desain Pemasaran Produk Digital bagi UMKM Sengkotek
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi vokasi di Kalimantan Timur.
Prosesi pengukuhan guru besar berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan Polnes, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta tamu undangan.
Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya Polnes untuk terus mendorong peningkatan kualitas akademik dan pengembangan keilmuan. Kehadiran guru besar di lingkungan kampus diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dengan bertambahnya guru besar, Polnes juga menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi mampu menjawab kebutuhan dunia industri dan masyarakat.
Pimpinan Polnes menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika. Guru besar memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem akademik, membimbing generasi muda, serta menghasilkan karya dan inovasi yang memberikan manfaat luas.
“Pengukuhan guru besar tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi para dosen dan tenaga akademik Polnes untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” ungkap Direktur Polnes Ahyar Muhammadiah.
Ditambahkan Ahyar, ke depan, Polnes diharapkan semakin aktif melahirkan inovasi dan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Bertambahnya guru besar menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan Polnes sebagai perguruan tinggi vokasi yang semakin maju dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Ahyar Muhammadiah menambahkan bahwa pencapaian tersebut merupakan prestasi yang patut diapresiasi.
Menurutnya, pengukuhan guru besar bukan hanya menjadi kebanggaan bagi yang bersangkutan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan.
“Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Ir. Ruspita Sihombing atas raihan sebagai guru besar tahun 2026. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus memberikan pemikiran, karya, serta kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan dan masyarakat,” ujar Ahyar Muhammadiah.
Baca Juga: Maksimalkan Potensi Energi Surya Kalimantan, Polnes Terima Hibah Peralatan PLTS dari Swiss
Ia juga berharap, dengan capaian tersebut, Prof. Ruspita dapat terus mengembangkan ilmu pengetahuan, melakukan berbagai inovasi, serta menjadi inspirasi bagi para akademisi dan generasi muda.
Ahyar menilai keberadaan guru besar memiliki peran strategis dalam membangun kualitas pendidikan tinggi.
Tidak hanya melalui kegiatan akademik dan penelitian, tetapi juga melalui pengabdian kepada masyarakat serta berbagai gagasan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai guru besar. Terus berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsa, daerah, dan dunia pendidikan,” tambahnya.
Baca Juga: Polnes Dampingi Pelaku UMKM Kota Bangun Tingkatkan Daya Saing Produk melalui Desain Kemasan
Raihan guru besar oleh Prof. Dr. Ir. Ruspita Sihombing pada tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kontribusi akademisi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan inovasi di Indonesia.
Kehadiran guru besar baru ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi serta memacu semangat para pelajar dan dosen sebagai generasi muda penerus bangsa untuk terus berkembang dengan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan mutu pendidikan di Polnes, baik dari segi pengajaran, penelitian, maupun pengabdian.
Selamat dan sukses, Prof. Dr. Ir. Ruspita Sihombing. Semoga semakin sukses, terus berkarya, dan memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan serta masyarakat.
Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Ir. Ruspita Sihombing menyampaikan paparan bertajuk “Transformasi Ilmu Pengetahuan Melalui Rekayasa Mesin untuk Ketahanan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat”, dengan latar belakang tantangan global dan keterbatasan teknologi lokal.
Yaitu, dalam pemaparannya diterangkan bahwa perubahan global yang cepat menghadirkan berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, krisis lingkungan, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, berbagai aktivitas masyarakat masih menghadapi keterbatasan teknologi. Hal tersebut menunjukkan bahwa berbagai aktivitas masyarakat masih menghadapi keterbatasan teknologi, mulai dari pengolahan hasil pertanian secara manual dan pengelolaan UMKM.
Kondisi tersebut membutuhkan rekayasa mesin yang tepat guna, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi beban kerja, mengoptimalkan sumber daya, serta mendukung ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Inilah yang menjadi dasar pemikiran “Transformasi Ilmu Pengetahuan Melalui Rekayasa Mesin untuk Ketahanan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Baca Juga: Pengabdian Teknik Elektro POLNES di SMK Muhammadiyah 3 Samarinda
Keterbatasan teknologi pada pengolahan hasil pertanian, UMKM, pengangkutan sawit di medan ekstrem, serta pengelolaan lahan pascatambang membutuhkan rekayasa mesin yang tepat guna, efisien, dan ramah lingkungan.
Kondisi inilah yang menjadi dasar pemikiran “Transformasi Ilmu Pengetahuan Melalui Rekayasa Mesin untuk Ketahanan Lingkungan dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Visi ke depan, transformasi rekayasa mesin dari sekadar peningkatan efisiensi teknis menuju pembangunan sistem teknologi terintegrasi yang mendukung ketahanan lingkungan, produktivitas pangan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Integrasi kearifan lokal dalam perancangan teknologi agar solusi yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Penguatan daya saing global melalui peningkatan inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan publikasi ilmiah bereputasi.
Percepatan hilirisasi hasil riset sehingga inovasi tidak berhenti di bengkel/laboratorium, tetapi tumbuh menjadi produk dan sistem teknologi yang siap diterapkan di lapangan.
Penguatan kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat sebagai fondasi pembangunan teknologi nasional yang berkelanjutan.
“Saya bersyukur atas capaian ini. Bagi saya, menjadi Guru Besar merupakan amanah dan tanggung jawab untuk terus memberikan kontribusi terbaik, baik bagi POLNES, mahasiswa, maupun masyarakat.”
Ke depan, Prof. Ruspita berharap dapat terus mengembangkan berbagai kegiatan akademik, khususnya melalui penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi vokasi dalam menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan budaya akademik di lingkungan POLNES.
“Harapan saya ke depan, capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya, melakukan penelitian yang bermanfaat, serta membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada generasi muda. Saya ingin apa yang saya lakukan dapat memberikan dampak positif bagi institusi dan masyarakat.”
Raihan guru besar tersebut juga diharapkan semakin memperkuat peran POLNES dalam pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan vokasi di Kalimantan Timur.
Dengan bertambahnya profesor di lingkungan perguruan tinggi, kontribusi akademik melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan semakin meningkat serta mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. (*)
Editor : Almasrifah