KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-RS Hermina Samarinda melaksanakan kegiatan Sosialisasi Stroke pada Jumat, 4 September 2026, bersama Angels Initiative.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna RS Hermina Samarinda dan diikuti oleh sejumlah peserta dari lingkungan masyarakat sekitar.
"Sosialisasi ini digelar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit stroke, khususnya dalam mengenali gejala, melakukan pencegahan, serta mengambil tindakan secara cepat ketika terjadi serangan stroke," ungkap Direktur RS Hermina Samarinda, dr. Gati Kusumo Budiani, M.P.
Ditambahkan Gati, adapun sasaran peserta dalam kegiatan tersebut meliputi kader Posyandu, ketua RT terdekat, serta ibu-ibu PKK.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai stroke sehingga informasi tersebut dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Lebih lanjut, Gati menambahkan, stroke merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan segera. Karena itu, pemahaman masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal stroke menjadi sangat penting.
Semakin cepat seseorang mendapatkan pertolongan dan dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
"Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengenali gejala stroke, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya segera mencari pertolongan medis ketika menemukan seseorang yang mengalami tanda-tanda stroke," tutur Gati.
RS Hermina Samarinda bersama Angels Initiative juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap faktor risiko stroke dan menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan.
"Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna RS Hermina Samarinda ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa penanganan stroke membutuhkan kecepatan dan kepedulian dari lingkungan sekitar," terang Gati.
Dengan adanya kegiatan edukasi seperti ini, RS Hermina Samarinda berharap kader Posyandu, ketua RT, dan ibu-ibu PKK dapat menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan informasi tentang stroke kepada masyarakat, sehingga semakin banyak orang yang mampu mengenali gejala stroke dan mengambil tindakan cepat ketika kondisi tersebut terjadi.
"Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala stroke, serta pentingnya penanganan yang cepat dan tepat. Dengan semangat “Cegah, Tanggap, Selamat!”, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa waktu adalah otak, sehingga tindakan cepat dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah terjadinya kecacatan," harap Gati.
Di akhir pernyataannya, Gati menyampaikan, ke depan, RS Hermina Samarinda siap menerima rujukan stroke, di mana saat ini RS Hermina Samarinda sudah memiliki tim code stroke yang berkompeten.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Fransisca menekankan bahwa penanganan stroke sangat berkaitan dengan kecepatan waktu.
Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan tanda-tanda awal stroke dan segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Digitalisasi JKN, RS Hermina Jadi Percontohan Rekam Medis Elektronik
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan keberhasilan penanganan stroke. Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat dapat lebih cepat mengenali kondisi yang membutuhkan pertolongan medis.
“Yang paling penting adalah masyarakat mengetahui tanda-tanda stroke dan tidak menunda untuk mencari pertolongan. Semakin cepat pasien mendapatkan penanganan, semakin besar kesempatan untuk mencegah dampak yang lebih berat,” ujar dr. Fransisca.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memahami informasi mengenai stroke, tetapi turut menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Menurutnya, kemampuan mengenali gejala stroke dapat dimulai dari lingkungan terdekat, sehingga pertolongan dapat diberikan sedini mungkin.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, dr. Fransisca berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai pencegahan dan penanganan stroke.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tanggap terhadap kondisi kegawatdaruratan stroke.
Kegiatan di RS Hermina Samarinda tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap stroke, sekaligus mendorong aksi cepat ketika gejala stroke muncul.
Semangat “Cegah, Tanggap, Selamat!” diharapkan dapat menjadi langkah bersama menuju masa depan masyarakat yang lebih sehat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, dr. Fransisca berharap peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menyampaikan kembali informasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kita berharap setelah kegiatan ini, masyarakat semakin peduli terhadap stroke, mampu mengenali gejalanya dan segera mengambil tindakan apabila menemukan orang dengan tanda-tanda stroke,” tambahnya.
Baca Juga: RS Hermina Buka Klinik Nyeri: Layanan Medis Modern dan Terintegrasi
Ia juga mengapresiasi RS Hermina Samarinda yang terus berupaya meningkatkan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi.
Menurutnya, kolaborasi antara tenaga kesehatan, masyarakat, serta berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap pencegahan dan penanganan stroke.
Sosialisasi tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor risiko stroke.
Dengan pengetahuan yang memadai dan respons yang cepat, diharapkan masyarakat dapat berperan dalam mengurangi dampak stroke serta mewujudkan masa depan yang lebih sehat.
“CEGAH, TANGGAP, SELAMAT” menjadi pesan utama yang diharapkan terus digaungkan, sehingga semakin banyak masyarakat memahami bahwa mengenali gejala dan bertindak cepat merupakan langkah penting dalam menghadapi stroke.
Setty dari Kantor BWS PU Wilayah Kalimantan sekaligus perkumpulan ibu-ibu penguyuban menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dan tertarik mengikuti kegiatan sosialisasi stroke yang digagas oleh RS Hermina Samarinda.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan pengetahuan tentang stroke, mulai dari bagaimana mengenali tanda-tandanya hingga pentingnya segera mendapatkan pertolongan. Dengan mengetahui informasi ini, kita bisa lebih cepat dan tanggap apabila ada anggota keluarga atau orang di sekitar yang mengalami gejala stroke,” ujar Ibu Setty.
Ia berharap edukasi mengenai stroke dapat terus dilakukan secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Dengan adanya sosialisasi, masyarakat diharapkan tidak lagi menganggap sepele gejala stroke dan dapat segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Ibu Setty juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan dan mengurangi risiko stroke.
“Kita harus lebih peduli terhadap kesehatan. Jangan hanya mengetahui setelah terjadi, tetapi harus melakukan pencegahan sejak sekarang,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, RS Hermina Samarinda bersama peserta dan masyarakat diharapkan dapat membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya cepat mengenali, tanggap mengambil tindakan, dan menyelamatkan penderita stroke melalui penanganan yang tepat. (Kh///)
Editor : Almasrifah