PT Berau Coal dan Tim Gabungan Bergerak Bersama, Perkuat Respons Hadapi Karhutla di Kabupaten Berau

ADV • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:24 WIB
PT Berau Coal melalui ERG bersama Tim Gabungan menangani karhutla di Kabupaten Berau sejak pertengahan Agustus 2026 dengan pemantauan hingga pemadaman di lapangan. (IST)
PT Berau Coal melalui ERG bersama Tim Gabungan menangani karhutla di Kabupaten Berau sejak pertengahan Agustus 2026 dengan pemantauan hingga pemadaman di lapangan. (IST)

KALTIMPOST.ID, BERAU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau terus berlanjut.

Sejak pertengahan Agustus 2026, PT Berau Coal melalui Emergency Response Group (ERG) secara konsisten bergabung bersama Tim Gabungan dalam mendukung Pemerintah Kabupaten Berau, mulai dari pemantauan potensi kebakaran hingga pemadaman langsung di lapangan.

Hingga saat ini, ERG PT Berau Coal bersama Tim Gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan karhutla di sejumlah wilayah Kabupaten Berau.

Baca Juga: Sabet Juara Umum 2 IMERC 2026, ERG Berau Coal Perkuat Kompetensi untuk Operasional

Keterlibatan tersebut merupakan kelanjutan dari dukungan yang telah diberikan sejak meningkatnya kejadian karhutla di Berau pada pertengahan Agustus lalu.

Dukungan PT Berau Coal tidak hanya berupa pengerahan personel dan unit pendukung untuk membantu penanganan di lapangan.

Perusahaan bersama mitra kerjanya juga turut mendukung kebutuhan logistik, baik melalui penyaluran bantuan secara langsung maupun dukungan pendanaan untuk menunjang operasional penanganan karhutla.

Baca Juga: PT Berau Coal Perkuat Komitmen Pertambangan Berkelanjutan melalui Bimtek Pengendalian Perubahan Iklim

Selain mendukung penanganan, upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat.

PT Berau Coal turut memasang spanduk imbauan pencegahan karhutla di sejumlah lokasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran bersama untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Seluruh upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Berau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP), TNI-Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), PT Inhutani, PT Hutan Sanggam Berau, relawan, serta sejumlah perusahaan dan pihak lainnya.

Baca Juga: Aksi Nyata Dukung Lingkungan Berkelanjutan, PT Berau Coal Tanam 3.403 Bibit Pohon Serentak di Seluruh Site Perusahaan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Mundi, mengungkapkan bahwa keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, memberikan dukungan penting dalam operasional penanggulangan karhutla di Kabupaten Berau.

“Dukungan dari pihak swasta dilakukan secara langsung, baik di posko induk maupun posko-posko di kecamatan. Hal ini sangat membantu operasional penanggulangan karhutla yang dilakukan pemerintah,” ungkapnya.

Selain mendukung pemadaman di lapangan, PT Berau Coal juga melakukan pemantauan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla.

Baca Juga: PT Berau Coal Resmi Buka Bulan K3 Nasional 2026, Perkuat Budaya Keselamatan

Emergency Response & Safety Services Department Head PT Berau Coal, Andi Henry Achmad, mengatakan pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah platform sebagai sumber informasi awal yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan.

ERG PT Berau Coal mendukung penanganan karhutla di Berau bersama pemerintah dan berbagai pihak melalui deteksi dini, pengerahan personel, pemadaman, serta dukungan logistik. (IST)
ERG PT Berau Coal mendukung penanganan karhutla di Berau bersama pemerintah dan berbagai pihak melalui deteksi dini, pengerahan personel, pemadaman, serta dukungan logistik. (IST)

“Pemantauan dilakukan melalui aplikasi Sipongi+ dari Kementerian Kehutanan dan aplikasi Lembuswana dari Polda Kalimantan Timur. Ketika terdapat indikasi titik panas atau potensi kebakaran, kami segera melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan menentukan langkah penanganan sesuai dengan kondisi yang ditemukan,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan penegasan Kementerian Kehutanan bahwa data hotspot hasil pemantauan satelit merupakan indikasi awal adanya anomali suhu permukaan dan tidak secara otomatis menunjukkan adanya titik api aktif.

Baca Juga: Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Berau dan PT Berau Coal Kolaborasi Tanam Jagung di Birang

Oleh karena itu, setiap indikasi titik panas perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Kolaborasi lintas pihak tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan, pencegahan, dan mempercepat respons terhadap potensi maupun kejadian kebakaran hutan dan lahan.

PT Berau Coal berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah Kabupaten Berau dan Tim Gabungan dalam penanganan karhutla agar dapat segera tertangani. (*)

Editor : Almasrifah
Emergency Response Group pemadaman Kolaboratif karhutla PT Berau Coal