KALTIMPOST.ID, Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, diperkuat melalui patroli dan sosialisasi lintas sektor.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau 2026 yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Tim Fire PT Surya Hutani Jaya bersama unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait turun langsung ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan.
Selain memantau kondisi lapangan, tim juga berdialog dengan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya penggunaan api di tengah kondisi lahan yang semakin kering.
Sosialisasi diarahkan terutama pada pencegahan aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar.
Baca Juga: Baru 19 Tahun, Lamine Yamal Debut Jadi Kapten Termuda Barcelona, Cetak Berapa Gol?
Warga juga diingatkan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, meninggalkan sumber api tanpa pengawasan serta segera melapor jika menemukan asap atau tanda-tanda kebakaran.
External Relation Head PT Surya Hutani Jaya, Rudi Sasgo, mengatakan pencegahan menjadi langkah paling penting dalam pengendalian karhutla.
Menurutnya, kebakaran yang telanjur membesar akan jauh lebih sulit dikendalikan sehingga sumber api harus dicegah sejak awal.
“Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, api kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas. Karena itu, yang paling penting adalah mencegah sumber api sejak awal. Tim Fire kami tidak bekerja sendiri. Kolaborasi dengan TNI, Polri, MPA, pemerintah desa dan masyarakat menjadi ujung tombak pencegahan karhutla di lapangan,” ujarnya.
Rudi menilai masyarakat memiliki peran strategis dalam upaya tersebut karena berada paling dekat dengan kondisi lingkungan di wilayah desa.
Karena itu, keterlibatan warga dalam mendeteksi dan melaporkan potensi kebakaran menjadi bagian penting dari sistem pencegahan.
“Karhutla bukan persoalan satu perusahaan atau satu institusi. Pencegahannya membutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama. Karena itu kami terus mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor apabila menemukan indikasi kebakaran,” tambahnya.
Perhatian terhadap potensi karhutla di Muara Kaman juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Patroli gabungan lintas sektor terus dilakukan di sejumlah desa untuk memantau kondisi lahan, titik rawan kebakaran hingga ketersediaan sumber air.
Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Muara Kaman pada akhir Agustus lalu menekankan pentingnya mengedepankan pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sebelum api muncul dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih sulit ditangani.
“Lebih baik kita capek melakukan sosialisasi daripada kita capek memburu titik api,” tegasnya.
Di sisi lain, PT Surya Hutani Jaya juga memperkuat kesiapsiagaan internal melalui sistem pemantauan tingkat bahaya kebakaran, pemantauan hotspot, kesiapan personel dan peralatan pengendalian kebakaran.
Keberadaan MPA di sekitar wilayah operasional juga menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya deteksi dini dan pencegahan di lapangan.
Pendekatan tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan pemadaman ketika kebakaran terjadi.
Pencegahan dilakukan sejak awal melalui edukasi, patroli, deteksi dini serta pelibatan masyarakat untuk memperkecil peluang munculnya sumber api.
PT Surya Hutani Jaya berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, TNI, Polri, MPA dan masyarakat dapat terus diperkuat sepanjang musim kemarau.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menekan risiko karhutla dan kabut asap sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
“Satu api yang berhasil dicegah jauh lebih berarti daripada api besar yang harus dipadamkan. Karena itu kami ingin memastikan pesan pencegahan sampai langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Hernawati