Yayasan Pendidikan Islam Kaltim Gelar Salat Istisqa dan Maulid Nabi Muhammad SAW Berjalan Khidmat

Khairul Anwar • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 20:08 WIB
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar setelah Salat Istisqa di halaman sekolah YPI Kaltim, Samarinda, dengan tausiah, selawat, dan doa bersama. (IST)
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar setelah Salat Istisqa di halaman sekolah YPI Kaltim, Samarinda, dengan tausiah, selawat, dan doa bersama. (IST)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR—Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Kaltim menggelar kegiatan Salat Istisqa (Salat Minta Hujan) sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Kegiatan ini digelar di halaman sekolah yang diikuti oleh tiga sekolah gabungan, yaitu MTs Normal Islam, SMP Aminah Syukur, dan SMA Islam. Salat Istisqa dan Maulid Nabi Muhammad SAW digelar di halaman sekolah tersebut.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus yayasan, para guru dan tenaga pendidik, serta siswa-siswi. Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum bagi seluruh jamaah untuk bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan keberkahan dan diturunkan hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan.

Usai pelaksanaan Salat Istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Suasana berlangsung khidmat dengan lantunan selawat dan tausiah yang mengajak seluruh peserta untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak Yayasan Pendidikan Islam Kaltim menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi antara keluarga besar yayasan dan masyarakat.

“Melalui Salat Istisqa, kita bersama-sama memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Sementara melalui peringatan Maulid Nabi, kita diingatkan untuk senantiasa meneladani sifat dan akhlak Rasulullah Muhammad SAW,” ungkap Ketua YPI Kaltim, Farid Wadjdy.

Lebih lanjut, Farid Wadjdy menambahkan bahwa kegiatan Salat Istisqa menjadi bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan serta memberikan keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurut Farid, kondisi alam yang membutuhkan turunnya hujan menjadi pengingat bagi manusia untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain berusaha secara nyata, manusia juga harus memperbanyak doa dan melakukan introspeksi diri.

“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan. Kita menyadari bahwa segala sesuatu atas kehendak Allah, sehingga selain berusaha, kita juga harus berdoa,” ujar Farid.

Kegiatan tersebut semakin bermakna karena dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak seluruh warga sekolah meneladani sifat dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Farid Wadjdy menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah harus diterapkan dalam kehidupan, termasuk di lingkungan sekolah.

Pesan untuk Para Guru

Farid berpesan agar para guru terus menjadi teladan bagi para siswa, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Guru memiliki peran penting bukan hanya dalam memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

“Guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga memberikan contoh. Karena itu, mari kita terus tanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, kesabaran, kepedulian dan akhlak yang baik kepada anak-anak,” pesannya.

Ia berharap para guru dapat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, sekaligus membangun suasana pendidikan yang membuat siswa merasa nyaman untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi mereka.

Harapan untuk Para Siswa

Sementara kepada para siswa, Farid berpesan agar menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan. Ia meminta siswa untuk terus rajin belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

“Anak-anak harus terus belajar dan jangan mudah menyerah. Hormati guru, sayangi teman, patuhi orang tua dan jadikan akhlak Rasulullah sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Farid berharap para siswa YPI Kaltim kelak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan kepedulian sosial yang kuat.

“Harapan kita, sekolah tidak hanya melahirkan anak-anak yang pintar, tetapi juga generasi yang beriman, berakhlak mulia dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” pungkasnya.

Pelaksanaan Salat Istisqa yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan khidmat hingga selesai. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias serta berharap momentum tersebut dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Kaltim.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan Allah SWT memberikan keberkahan, keselamatan, serta rahmat bagi seluruh keluarga besar Yayasan Pendidikan Islam Kaltim dan masyarakat luas.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan puluhan pernak-pernik Maulid Nabi Muhammad SAW berupa telur, kue, dan lain sebagainya. (Kh///)

Editor : Almasrifah
Salat Istisqa MTs Normal Islam YPI Kaltim SMP Aminah Syukur maulid nabi muhammad saw