Universitas Mulia-ITK Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Kemajuan Kaltim

Maria Irham • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 19:04 WIB
CENDERA MATA: Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi SH MH bersama Rektor ITK Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto MEngSc dalam prosesi serah terima plakat sebagai bagian dari pertemuan kerja sama kedua perguruan tinggi.
CENDERA MATA: Rektor Universitas Mulia Dr. Agung Sakti Pribadi SH MH bersama Rektor ITK Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto MEngSc dalam prosesi serah terima plakat sebagai bagian dari pertemuan kerja sama kedua perguruan tinggi.

BALIKPAPAN- Universitas Mulia (UM) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pembahasan kerja sama berlangsung di ITK, dengan delegasi UM yang dipimpin Rektor Dr. Agung Sakti Pribadi SH MH.

Dalam kunjungan tersebut, Rektor UM didampingi Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, SE MTI, dan Kepala Bagian Kerja Sama UM Wahyu Nur Alimyaningtias, SKom MKom. Rombongan UM diterima langsung oleh Rektor ITK Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto, MEng.Sc.

Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama kedua perguruan tinggi yang kemudian dituangkan dalam Nota Kesepahaman Bersama (MoU). Kesepahaman ini menjadi payung awal bagi pengembangan kolaborasi dalam pendidikan dan pelatihan, penelitian ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sertifikasi, serta bidang lain yang disepakati kedua pihak.

Kepala Bagian Kerja Sama UM, Wahyu Nur Alimyaningtias, mengatakan kerja sama tersebut dilatarbelakangi kesamaan visi UM dan ITK untuk berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pembangunan di Kalimantan Timur.

Menurut Wahyu, karakteristik kedua perguruan tinggi memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi. UM memiliki pengalaman dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring dengan pemerintah, industri, dan masyarakat. Sementara ITK memiliki kekuatan pada bidang sains, teknologi, dan rekayasa.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta ekosistem kolaborasi antarpayung akademik yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, institusi, industri, pemerintah, dan masyarakat,” kata Wahyu.

Ruang kolaborasi yang dibuka melalui MoU mencakup sejumlah bidang. Pada bidang pendidikan, misalnya, terdapat peluang untuk mengembangkan pertukaran atau kolaborasi dosen dan mahasiswa, kuliah bersama, seminar, workshop, pengembangan kurikulum, maupun kegiatan akademik lainnya.

Pada bidang penelitian, kedua institusi berpeluang mengembangkan riset kolaboratif multidisiplin yang berkaitan dengan kebutuhan dan persoalan Kalimantan Timur.

Wahyu menyebut sejumlah topik yang dapat menjadi ruang pengembangan kolaborasi, antara lain pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), transformasi digital, smart city, lingkungan, energi, UMKM, kesehatan, keamanan siber, serta pengembangan teknologi yang mendukung masyarakat dan industri.

Ruang tersebut memungkinkan kepakaran akademik UM dan ITK dipertemukan dengan kebutuhan pemerintah, dunia usaha dan industri, serta masyarakat. Dengan demikian, hasil penelitian dan inovasi memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan di luar lingkungan perguruan tinggi.

Meski menjadi payung kerja sama, MoU merupakan tahap awal. Menurut Wahyu, langkah selanjutnya adalah melakukan identifikasi dan pemetaan potensi kerja sama antara unit, fakultas, program studi, dan pusat penelitian di kedua institusi.

Dari pemetaan tersebut, UM dan ITK dapat menentukan program prioritas yang memiliki peluang untuk dikembangkan bersama.

Program yang telah disepakati nantinya dapat dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoA) dan Implementation Agreement (IA), yang memuat kegiatan, target, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, serta indikator keberhasilan.

Untuk tahap awal, beberapa kegiatan yang berpeluang dikembangkan meliputi riset bersama, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan akademik mahasiswa dan dosen, seminar atau workshop bersama, pengembangan inovasi teknologi, serta kolaborasi dengan mitra eksternal.

Bagi UM, tahapan tersebut menjadi penting agar ruang kerja sama yang telah dibuka melalui MoU dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang lebih spesifik dan terukur.

“Ukuran keberhasilan kerja sama ini bukan hanya pada penandatanganan MoU, tetapi pada berapa banyak program nyata yang lahir, dilaksanakan, dievaluasi, dan memberikan dampak bagi kedua institusi serta masyarakat,” ujar Wahyu.

Kerja sama UM dan ITK membuka ruang bagi kedua perguruan tinggi untuk mempertemukan sumber daya, kepakaran, dan jejaring masing-masing. Dari ruang tersebut, kolaborasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan inovasi teknologi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan Kalimantan Timur dan kesepakatan pada tahap berikutnya. (UM/mra/ms)

Editor : Ismet Rifani
audiensi\ Prof. Dr.rer.nat. Agus Rubiyanto ITK Balikpapan Universitas Mulia Balikpapan Agung Sakti Pribadi