Bukan Cuma Soal Asal Merek, Ini yang Dilihat Konsumen Sebelum Memilih Mobil

Agus Prayitno • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:41 WIB
Kendaraan elektrifikasi Wuling menggunakan baterai hasil perakitan lokal di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (Foto: Istimewa)
Kendaraan elektrifikasi Wuling menggunakan baterai hasil perakitan lokal di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik. (Foto: Istimewa)

KALTIMPOST.ID, Jakarta - Ketika memilih kendaraan, masyarakat kini tidak hanya melihat desain, fitur, atau harga. Keberadaan industri, layanan setelah pembelian, hingga keseriusan sebuah merek membangun bisnis di Indonesia juga menjadi bagian yang dapat dipertimbangkan.

Hal tersebut semakin relevan ketika industri otomotif memasuki era elektrifikasi. Konsumen tidak hanya berhadapan dengan teknologi baru, tetapi juga perlu memahami sejauh mana sebuah merek membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Salah satu indikator yang dapat dilihat adalah keberadaan fasilitas produksi dan tingkat lokalisasi. Dalam konteks ini, Wuling Motors memiliki fasilitas manufaktur dan Supplier Park seluas 60 hektare di Cikarang, Jawa Barat, yang menjadi bagian dari kegiatan produksinya di Indonesia sejak perusahaan hadir pada 2017.

Fasilitas tersebut kini juga dilengkapi dengan perakitan baterai untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) secara lokal. Langkah itu disebut menjadi bagian dari upaya Wuling meningkatkan lokalisasi sekaligus Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produknya di Indonesia.

Bagi masyarakat, istilah TKDN mungkin terdengar teknis. Sederhananya, tingkat tersebut menunjukkan porsi komponen atau nilai produksi dalam negeri yang digunakan dalam suatu produk, sehingga lokalisasi menjadi salah satu aspek yang dapat dilihat ketika menilai keberadaan industri otomotif di Tanah Air.

Baca Juga: Wajah Tampak Lelah Akibat Lingkaran Hitam? Atasi dengan Bahan Alami Rumahan

Dalam release perusahaan, seluruh lini kendaraan Wuling disebut telah memiliki TKDN di atas 40 persen. Informasi tersebut juga menunjukkan bahwa pembahasan kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan produk yang digunakan konsumen, tetapi turut menyentuh rantai produksi di dalam negeri.

Aspek lain yang menarik perhatian adalah perakitan baterai. Baterai merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan elektrifikasi, sehingga keberadaan fasilitas perakitan lokal menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan produksi kendaraan listrik di Indonesia.

Wuling menyebut enam model kendaraan elektrifikasinya telah menggunakan baterai hasil perakitan lokal. Model tersebut mencakup BinguoEV, Cloud EV, Darion EV dan PHEV, Eksion EV dan PHEV, Aira EV, serta Mitra EV.

Namun, kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek tentu tidak terbentuk hanya dari satu indikator. Masyarakat dapat melihat perjalanan perusahaan, fasilitas yang dibangun, konsistensi produk, layanan, serta kemampuan perusahaan menjawab kebutuhan mobilitas dari waktu ke waktu.

Perjalanan Wuling di Indonesia sendiri dimulai pada 2017. Setelah menghadirkan Confero dan Cortez, perusahaan kemudian memperluas lini produknya melalui Almaz, kendaraan listrik Air ev, Almaz Hybrid, Formo Max, Alvez, hingga Cloud EV.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah merek dapat membangun kehadiran secara bertahap di pasar Indonesia. Dalam menilai sebuah brand, fakta mengenai durasi kehadiran dan pengembangan fasilitas produksi dapat menjadi informasi tambahan bagi konsumen sebelum menentukan pilihan.

Marketing Director Wuling Motors Ricky Christian mengatakan, lokalisasi perakitan baterai menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi. Menurut dia, langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan TKDN dan mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Baca Juga: Gigi Putih Belum Tentu Sehat, Pakar Ingatkan Pentingnya Keseimbangan Oral Microbiome

Pada akhirnya, kepercayaan terhadap sebuah merek otomotif tidak harus dibangun melalui klaim semata. Konsumen dapat melihat bukti yang lebih konkret, mulai dari keberadaan fasilitas produksi, lokalisasi komponen, perkembangan TKDN, hingga konsistensi perusahaan menjalankan kegiatan industrinya di Indonesia.

Bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi, informasi semacam ini dapat membantu melihat pilihan secara lebih utuh. Bukan hanya soal merek atau spesifikasi kendaraan, tetapi juga bagaimana sebuah perusahaan hadir dan membangun bagian dari ekosistem otomotif di Tanah Air.

Editor : Agus Prayitno
wuling motors mobil listrik